Mempertanyakan aktivis dakwah jaman sekarang

“Kenapa para ikhwan dan akhwat melulu berdemo menentang penjajahan Israel di Palestina, dan malah jarang berdemo melawan penjajahan kapitalisme, pemiskinan, pembodohan, dan pembunuhan halus yang terjadi di Indonesia?” –(Arya Sandiyudha dalam Renovasi Dakwah Kampus)

Kondisi kini, kembali, Israel menggempur Gaza, palestina. Dan seperti biasa, warga dunia ramai mengecam kekejaman Israel, termasuk warga Indonesia. Para aktivispun mulai bersemangat menghimpun bantuan, mulai dari rencana pergi langsung ke Palestina  sampai pada minimal melakukan galang dana untuk membantu saudaranya di Gaza sana.

Drama pun berulang, dan ini sedang kita saksikan kembali.

Penulis bukannya tidak simpatik dan terhadap kejadian yang menimpa Palestina atas tindakan yang dilakukan oleh Israel. Bukan juga menutup mata dan acuh, atau melarang orang-orang yang tergugah hatinya mendukung palestina. Tidak, sama sekali tidak.

Gaza, Palestina memang merupakan hal sensitif bagi kaum muslimin –meskipun begitu lihainya dunia menutupi kasus pelanggaran berat kemanusiaan ini. Solidaritas umat islam, begitu selalu yang didengungkan sebagai dasar pembelaan terhadap palestina dan pengecaman terhadap Israel. Dan benar saja, hal-hal ini akan sangat santer didengungkan oleh para aktivis dakwah (dalam hal ini saya maksudkan dan menyoroti aktivis dakwah kampus atau perguruan tinggi)

Aktivis dakwah, begitu bersemangat mendengungkan pengecaman-pengecaman terhadap israel karena penjajahan fisiknya atas palestina. Begitu Palestina tersakiti dan menjadi isu global, maka langsung saja tanpa pikir panjang dan tanpa menjadi beban, panggilan turun ke jalan ataupun rencana-rencana aksi akan dengan ikhlas dilakoni.

Bertolak dari itu semua, sangat berbeda tanggapan dari para aktivis dakwah ini jika isunya bukan palestina. Contoh saja misal kasus kemiskinan daerah-daerah di Indonesia, atau bisa juga isu tentang swastanisasi dan pengerukan SDA oleh asing. Penulis menyadari, beda isu beda cara menyikapi. Namun, juga bukan berarti isu-isu tersebut bukan menjadi bagian dari perjuangan para aktivis dakwah.

 

[kami menghargai pendapatnya dan menganalisa bahwa ada ketidakseimbangan antara pemahaman kita soal isu internasional dan isu lokal. Pembelaan isu kerakyatan seakan telah menjadi jatah mutlak pemuda kiri sosialis. Sedangkan pembelaan isu Palestina dan isu pelecehan Islam adalah mutlak milik ikhwan akhwat dakwah kampus] ujar kembali Arya dalam bukunya.

Yang menjadi dilema sekarang adalah terlalu banyaknya orang-orang yang mengaku aktivis dakwah hanya disibukkan dengan kegiatan-kegiatan dan penampilannya, yang ikhwan menumbuhkan jenggot atau sekedar tidak mau bersentuhan dengan yang bukan mahrom (misalnya salaman dengan perempuan), sedangkan akhwat semakin nyaman dengan jilbabnya yang semakin lebar sambil membudayakan cipika-cipiki ketika bertemu. Sekali lagi, itu semua tidak ada yang salah. Namun dengan sebutannya sebagai aktivis dakwah (aktivis yang menjunjung tinggi kebenaran dan pelawan kebathilan, kemaksiatan yang berpedoman pada nilai agama, Islam) akan hampa perjuangan ini jika kita memparsialkan mana yang harus ditangani dan mana yang harus ditangani orang lain. Isu palestina atau isu internasional lain akan sama pentingnya dengan isu dan permasalahan yang melanda negeri ini. Setidaknya kita memberi manfaat kepada sekitar kita juga, dan juga turut berkontribusi (baik dalam hal pemikiran atau tindakan nyata) untuk berupaya menjadi bagian dari solusi permasalah yang menimpa masyarakat sekitar kita. Bukankah Islam itu rahmatan lil alamin?

Bagaimana bisa disebut rahmatan lil alamin kalau keberadaan kita TIDAK SEDIKITPUN membawa manfaat dan maslahat bagi masyarakat sekitar kita!!!
Terus Berjuang dan dalam Perjuangan,

Arynazzakka

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s