10 Ciri Pribadi Unggul

Manusia Unggul

Awali segala sesuatu dengan Bismillah

10 CIRI PRIBADI UNGGUL:

1. Salimul ‘Aqidah
Maksudnya, untuk menjadi manusia dengan pribadi unggul , konsep yang harus tertanam kuat adalah memiliki kelurusan akidah, yang diperoleh dengan pemahaman terhadap Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan benar. Dengan pemahaman yang benar akan menimbulkan pedoman yang kuat untuk orang lain dan juga dirinya sendiri sehingga tidak sesat dan menyesatkan.
2. Shahihul Ibadah
Pemahaman akidah yang lurus harus dibarengi dengan Ibadah yang benar yang sesuai tuntunan yang tidak bisa dilakukan secara sembarangan dengan penambahan, pengurangan, maupun modifikasi.
3. Matinul Khuluq
Pribadi yang unggul dituntut untuk memiliki ketangguhan akhlaq sehingga mampu mengendalikan hawa nafsu dan syahwat yang ada dalam dirinya. Sesungguhnya jihad terbesar adalah jihad melawan dirimu sendiri.
4. Qadirun ‘alal Kasbi
Selanjutnya, pribadi unggul harus mampu menunjukkkan potensi dan kreativitasnya dalam kerja, menjadi insan yang produktif, mandiri secara ekonomi dan tidak bertumpu pada orangn lain.
5. Mutsaqqaful Fikri
Pengetahuan yang luas merupakan ciri pribadi unggul selanjutnya, artinya seorang yang ingin menjadi pribadi unggul harus mau mengembangkan wawasan pengetahuannya sesuai kapasitasnya.
6. Qowiyyul Jismi
Intelek saja tidaklah cukup untuk menjadi seorang pribadi unggul. Diperlukan tubuh yang sehat dan kuat sehingga mendukung segala aktivitasnya.
7. Mujahidun linafsihi
Kebaikan dan kemungkaran adalah dua hal yang saling berdekatan. Maksudnya jika kita tidak mengerjakan kebaikan, berarti kita sedang mengerjakan kemungkaran. Seorang pribadi unggul dituntut untuk sadar dan dapat memerangi hawa nafsunya sehingga senantiasa selalu mengarahkan dirinya dalam kebaikan.
8. Munazhzamun fi Syu’unihi
Dengan segala bekal yang telah dipaparkan di atas, belumlah cukup dikatakan seorang menjadi pribadi unggul sampai ia dapat mengatur segala urusan-urusannya dengan baik. Dengan kerja yang teratur dan terorganisir akan membawa kita menjadi seorang perencana dan eksekutor yang hebat.
9. Haritsun ‘ala waqtihi
Setelah mampu mengatur segala urusan, senantiasa pribadi unggul dapat menghargai waktu-waktu yang dimilikinya, artinya mengisi setiap waktu luangnya dengan kegiatan yang bermanfaat.
10. Nafi’un li Ghairihi
9 poin di atas tidaklah berarti jika kita tidak bermanfaat bagi yang lain. Jadi penekanan terakhir untuk menjadi seorang pribadi unggul adalah dengan bermanfaat kepada orang lain.
“sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi yang lainnya” –Al-hadist-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s