Etika profesi Analis kimia

Berbicara tentang sejarah

Berbicara tentang analis kimia, perlu ditinjau dari segi sejarahnya. Analis kimia, dahulu, muncul sejak adanya pertentangan antara pekerja dan pemilik tambang. Pekerja menginginkan hasil tambang sedikit mungkin yang dapat diberikan kepada pemiliki tambang, sementara itu pemilik tambang menginginkan hasil sebanyak mungkin dari tambang yang dihasilkan. Sebelum adanya analis, terjadi pertentangan antara dua belah pihak ini. Pekerja tentunya selalu berusaha meyakinkan bahwa memang tambang yang dihasilkan adalah sekian dan sekian, namun karena pemilik tambang menuntut hasil sebanyak mungkin hasil sementara ternyata hasil yang diberikan oleh pekerja tidak sesuai dengan harapannya, maka muncullah analis sebagai penengah.

Analis, yang merupakan pihak ketiga sebagai penengah berusaha netral dari kedua belah pihak yang sedang berselisih. Jadi, disinilah analis kimia benar-benar berperan untuk memberikan bukti secara nyata jumlah sebenarnya dari komposisi tambang yang dimiliki oleh pemilik tambang. Hasil yang apa adanya sangat ditekankan kepada kerja analis tanpa data yang diubah-ubah (manipulasi) karena hal ini merupakan jalan tengah perselisihan antara pekerja yang menginginkan hasil tambang sedikit mungkin yang dapat diberikan kepada pemilik tambang sementara tuntutan pemilik tambang yang menginginkan hasil sebanyak-banyaknya. Sejak itu, karena peran analis meyakinkan ke dua belah pihak untuk meyakini hasil sebenarnya yang sepatutnya diperoleh, profesi seorang analis sangat dibutuhkan1).

Analis merupakan penengah antara pekerja yang menginginkan hasil sesedikit mungkin dan pemilik yang menginginkan hasil sebanyak mungkin

 

 

 

 

 

Arti penting etika profesi analis kimia

Etika, dalam bahasa sederhanya merupakan tingkah laku perbuatan manusia yang dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal2).

Profesi, atau yang dapat disebut sebagai kelompok profesional merupakan kelompok yang berkeahlian dan kemahiran yang diperoleh dari proses pendidikan dan pelatihan yang berkualitas dan berstandar tinggi yang dalam menerapkan keahlian dan kemahirannya dikkontrol dan dinilai dari dalam oleh rekan sejawat, sesama profesi sendiri.

 

Etika profesi merupakan etika sosial, artinya tidak hanya menyangkut individu (diri sendiri) namun juga kedudukannya sebagai umat manusia. Kode etik profesi diperlukan untuk menjaga martabat serta kehormatan profesi dan di sisi lain melindungi masyarakat dari segala bentuk penyimpangan maupun penyalahgunaan keahlian3) . oleh karenanya, sebuah profesi hanya dapat memperoleh kepercayaan dari masyarakat, bilamana dalam diri para profesional tersebut ada kesadaran kuat untuk mengindahkan etika profesi pada saat memberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat yang memerlukannya.

Tanpa etika profesi profesi, semua yang dikenal sebagai sebuah profesi yang terhormat akan  jatuh terdegradasi menjadi sebuah pekerjaan pencari nafkah biasa (atau biasa disebut okupasi) yang sedikitpun tidak diwarnai dengan nilai-nilai idealisme dan ujung-ujungnya akan berakhir, atau setidak-tidaknya tidak adanya kepercayaan dari masyarakat kepada profesi tersebut.

 

 

Catatan kaki:

1) Diskusi dan Talkshow tentang Analis kimia beserta perkembangannya: dahulu dan sekarang, oleh Noviar Dja’var, AKA Bogor

2) Etika menurut Drs Sidi Gajalba dalam Sistematika Filsafat

3) Eignjosoebroto, 1990

 

Referensi:

R. Rizal Isnanto, ST, MM, MT. 2009. Buku Ajar Etika Profesi Program Studi Sistem Komputer Fakultas Teknik UNDIP

Oleh: Arynazzakka, mahasiswa AKA angkatan 2010 (AKA 52)

 

2 thoughts on “Etika profesi Analis kimia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s