Membangunkan motivasi pemuda dan karakter keIndonesiaan: sebuah upaya menaklukkan globalisasi

Oleh: Arynazzakka*, Presiden Mahasiswa Ikatan Mahasiswa AKA Bogor

 

Globalisasi, sebagai tantangan zaman perlu disadari oleh kita semua, terutama pemuda Indonesia. Sebagai tonggak runtuh-jayanya bangsa, globalisasi menyadarkan bahwasannya kita adalah warga dunia secara keseluruhan (Robertson, 1992).  Dalam pandangan Anthony Giddens (1992), globalisasi merupakan satu kekuatan sosial dunia, yang mempengaruhi sektor kehidupan manusia dari aspek ekonomi sampai sektor pribadi.

Namun dibalik itu semua, globalisasi dapat menjadi serangan balik umat manusia (Richard Branson, 2000). Itu yang terjadi di banyak negeri berkembang, termasuk Indonesia. Mempersiapkan ketangguhan suatu bangsa dalam menaklukkannya, bukan hanya dilihat dari segi kompetensi, teknologi atau keterampilan semata. namun, ini semua adalah tentang karakter dan
jati diri bangsa.

Rendahnya motivasi dari pemuda juga menyumbang ketidaksigapan menyambut globalisasi –apalagi menaklukkannya. Penyebab dari semua ini karena pendidikan kita –dalam konteks yang luas- tidak mengajari kita akan hal itu. Yang ada hanyalah saling menjatuhkan motivasi satu sama lain, sehingga semangat saling menumbuhkan dengan saling memberi motivasi sangat kurang.

Bukti dari kompetensi saja bukanlah jaminan adalah pendidikan kita hari ini. Dari sekolah dasar sampai tingkat perguruan tinggi, secara formal kita banyak mendapatkan ilmu. Namun dari segi motivasi –apalagi mempelajari hakekat keilmuan, sama sekali tidak ditanamkan. Kalaupun ada, itu hanya sekedar selingan. Semangat berbagi akan cita-cita masih merupakan angan-angan. Bagaimana pemuda bangsa ini sigap menghadapi dunia global, jika motivasi bercita-cita saja masih dibatasi dan tidak mendapatkan perhatian?

Menjadi pemimpin harus memotivasi agar para bawahan dapat bekerja dengan ikhlas, senang hati sesuai bidangnya masing-masing (Jusuf Kalla, 2009). Inilah sebuah syarat mutlak.

Selain itu, para pemuda hendaknya menghilangkan prasangka terhadap dirinya sendiri. Waktu ini seringkali terjadi krisis kepercayaan terhadap diri pemuda sendiri. Apalagi ditambah sikap saling menyalahkan, dan cenderung tidak solutif –hanya berfokus mencari-cari masalah, bukannya menyelesaikannya.

Jika kita teliti dengan seksama, ini akan kembali pada karakter dan jati diri bangsa. Maka, setiap pemuda harus menghayati karakter dan jati dirinya ini sebagai bangsa Indonesia. Pancasila sebagai tonggak dasar, menegaskan pada 5 prinsip, yakni Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Musyawarah, dan Keadilan.

Founding father kita tidaklah main-main menyusun ke-5 prinsip ini. Ketuhanan atau dapat disebut agama ditempatkan pada posisi pertama karena bangsa ini adalah bangsa yang religius. Artinya, jati diri dan karakter keIndonesiaan kita adalah religius. Jika setiap dari kita berupaya untuk mengamalkan kebaikan dari ajaran agama yang kita anut, inilah solusi konkritnya.

Sayang, nilai agama dalam pendidikan hanya sebatas formalitas, dan dalam kehidupan sehari-hari hanya dijadikan ritual tanpa pemaknaan yang berarti. Inilah yang menyebabkan krisis multidimensi melanda bangsa ini. Kita mempercayai Tuhan, namun secara sadar kita mengingkari petunjuk hidupnya.

Jika karakter religius ini telah menyatu dalam diri kita, yakin, aspek spiritual ini akan membuat  kita sejajar dengan bangsa lain. Konkritnya, praktik keagamaan berupa mentor-mentor agama perlu digalakkan dalam setiap jenjang pendidikan, dan juga ditambah adanya kelas motivasi dan mimpi. Dengan itu, para pelajar dapat saling berbagai, mengingatkan, dan bersama mewujudkan cita. Bangsa ini butuh motivasi. Agar kita taklukkan globalisasi, bukannya takut menghindar!

Pustaka:

Cecep darmawan, merekonstruksi pendidikan di era global. Jurnal Negarawan 2009 No. 14

Kemerdekaan dan kemandirian bangsa, M. Jusuf Kalla. Jurnal Negarawan , Agustus 2009. No. 13

Jati diri, karakter, dan jati diri bangsa. H. Soemarno Sudarsono.Jurnal Negarawan, Februari 2010. No. 15

*dalam rangka Student CEO’s Summit 2012 @ITB.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s