Bangkit IMAKA, Bangkit Indonesia

Hari itu, terjadi perubahan luar biasa dengan kampusku. Bukan perubahan fisik bangunan yang menjadi besar.

Pagi hari saat kuinjakkan kaki di gerbang, tidak jauh kulihat banyak mahasiswa telah datang. Mereka membuat forum-forum berupa lingkaran. Sungguh berbeda dengan yang biasa aku liat. Aku mendekat ke salah satu forum, ternyata mereka sedang mendiskusikan tentang Pergerakan Pemuda dan Mahasiswa dalam rangka mempersiapkan kebangkitan INdonesia yang sesungguhnya. MEreka terlihat begitu bersemangat dan antusias. Auranya dapat aku rasakan. Merekalah calon revolusioner kebangkitan Indonesia.

Kemudian aku beranjak ke forum yang lain, ternyata setelah aku saling memberi salam, mereka sedang mendiskusikan tentang perkembangan Sains saat ini, terutama perkembangan kimia modern. Diskusi mereka sangat mengagumkan. Aku bergumam,”Inilah calon-calon  Ilmuwan Kimia yang akan memimpin dunia”.

Kawan, kampus yang aku jalani sekarang penuh dengan semangat bertukar pikiran dari mahasiswanya

Langkah kakiku pun berlanjut memasuki turunan jalan menuju ke lobi kampus. Lagi-lagi, sungguh luar biasa kampusku sekarang. di Lorong-lorong jalanan, kuliat banyak mading-mading tertempel dan isinya pun berbeda-beda. Tertulis jelas tema di beberapa mading “SAINS HARI INI”, “PERGERAKAN KITA”, “KOLOM RUHIYAH”, “SAHABAT ALAM”, “SASTRA dan SENI”. Kulihat para penyumbang artikelnya adalah mahasiswa yang berbeda. ku ambil kesimpulan sejenak, Mahasiswa AKA sekarang aktif dalam hal menulis.

Kawan,  efektif belajar melalui baca- dan menuliskannya telah menjadi kultur mahasiswa AKA

sebentar lagi masuk kuliah, terlihat banyak kawan-kawanku bergegas masuk ke ruang kuliah. tak berselang lama, dosenpun masuk. Kebetulan matakuliah yang aku ikuti hari ini adalah Sejarah dan FIlsafat Kimia. setelah berdoa, ada pertanyaan khas yang dilontarkan dosen, “Diskusi kita pada hari i ni adalah tentang Filsafat Elektrokimia, ada yang ingin me ngajukan argumen tentang ini?” “Waw, Dahsyat, sekarang sistem kita bukan diajar, tetapi DISKUSI, diskusi 2 arah”. setelah sekian waktu berselang, banyak dari kawan-kawanku yang mengajukan argumen luar biasa, kuliah ditutup dengan pengambilan kesimpulan.

kawan, kuliah efektif metode diskusi 2 arah telah menjadikan kita belajar cerdas mengikuti perkembangan zaman

setelah kuliah Sejarah dan Filsafat Kimia, ada waktu kosong 1 jam sebelum aku kuliah lagi. aku manfaatkan waktu itu untuk keluar dan menikmati suasana kampus yang kurasa semakin menyenangkan. setelah beberapa menit aku berjalan, kulihat perpustakaan, saat aku memasukinya, ternyata bukan perpustakaan yang biasa aku kunjungi. kuteliti lagi buku-buku yang ada, teryata berisi tentang sastra, novel, Agama, dan pengetahuan umum lain. saat aku tanyakan pegawai perpusnya, ternyata ini adalah hasil dari sumbangsih mahasiswa yang peka melihat kondisi mahasiswa yang butuh hiburan, butuh suplemen lain selain dari buku-buku eksak yang menguras otak.

kawan, kita butuh suplemen lain selain buku eksak agar otak kita senantiasa segar, ayo realisasikan

sejenak aku berada di dalam perpus, aku kembali mencari sumber inspirasi baru dengan kawan-kawankuSetiap langkah aku susuri jengkal kampusku, tak kutemui gurauan yang tak bermanfaat.  Baru saja aku temui kawanku TPL. Mereka yang menjadi “minoritas” di kampus seolah telah bangkit dari beberapa kepayahannya. Ya, kawan, baru saja mereka merasakan merdeka yang sesungguhnya. Mereka tidak mendapat “tekanan” akademik untuk membatasi diri dalam ranah Organisasi. Sekarang tidak ada larangan kawan-kawan TPL untuk memimpin sebuah organisasi kampus.

Ngomong-ngomong tentang ini kawan, aneh saja beberapa tahun ke belakang mahasiswa TPL yang notabenya perwakilan/utusan daerah, dengan sebuah ketidak jelasan tidak diperbolehkan memimpin organisasi, pindah jadwal, dan beberapa hal lain yang menurutku kurang jelas dan kuat alasannya. Tapi Syukur alhamdulillah, sekarang kendala itu sudah tertangani, bahkan aku dengar ada anak TPL yang berminat mencalonkan dirinya untuk memimpin kampus. Sebuah semangat yang patut di apreasi.

kulanjutkan alur hariku, bertemulah aku dengan kawan seperjuangan. diajaklah aku berdiskusi sejenak, tentang kampus, tentang indonesia…..

kuajukan argumen berikut:

“kawan, dulu sistem pembelajaran dan materi yang kurang relevan dengan perkembangan jaman, walaupun tidak sepenuhnya salah, agaknya kurang memacu kita untuk berkreasi. sistem ini, dulu telah mengungkung kita dan para pendahulu kita dengan membentuk kita menjadi pekerja keras, bukan pekerja cerdas.

kawan, dengan era globalisasi yang kian mempersempit ruang gerak kita seperti apa yang diungkapkan dalam buku “THe WOrld is flaT, menjadi pekerja keras hanya akan membuat kita sebagai budak iNdustri yang terus menerus akan bergantung padanya. Kemandirian kita tercekal. sifat kerjasama membangun bangsa sendiri kian jauh sehingga kita hanya memikirkan perut kita. Padahal jauh dari itu, kawan, bangsa ini membutuhkan kita sebagai pemudanya untuk membangun diri menuju bangsa madani.

Kawan, bangsa ini tidak akan pernah berteriak minta tolong kepada generasi penerusnya. bangsa dan tanah air ini malu dengan itu karena telah dilimpahi kekayaan alam yang luar biasa, sementara belum bisa memakmurkan kita.

Kawan, ingatkah kau ketika bangsa ini pernah sejajar dengan bangsa lain di dunia, kita pernah menjadi macan asia, gerak kita dinanti, langkah kita diwaspadai, kemajuan kita diawasi, kapan itu kan kembali?

Bukan aku mengajakmu bernostalgia dan bermimpi membumbung tinggi, aku ingin mengajakmu untuk mengajak yang lain juga untuk mempersiapkan diri kita, para generasi Soekarno, Natsir, HAMKA, Habibie, J.A Kattili dan masih banyak pejuang bangsa yang tidak muat apabila aku tulis satu persatu.

Ketika kita telah keluar dari kungkungan memikirkan diri sendiri, baik itu cita-cita sendiri ataupun kepentingan-kepentingan yang bersifat pribadi maupun kelompok dan beranjak ke zona yang lebih besar, memikirkan cita-cita Indonesia jauh ke depan, maka cita-cita dengan sendirinya telah terpenuhi.

 

Diskusi yang panjang lebar pun telah usai. kini beranjak aku berserah diri padaNya untuk menyegarkan nurani akal dan jasad.

 

tertanggal 25 Oktober 2011

telah dipublish di: http://www.facebook.com/notes/arynazzakka/bangkit-imaka-bangkit-indonesia/254250021288633

Presiden Mahasiswa IMAKA 2012-2013

Arynazzakka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s