Cita-Cita Sosial [yang Terlupakan]

Salam cinta dan persahabatan untuk para pemuda Indonesia

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

(Semoga keselamatan ada pada kalian, Allah merahmati dan memberkahi kebaikan yang kalian lakukan)

Orientasi Pemuda

Reality Dream

Setiap Pemuda yang sedang dalam jalannya mencari jati diri selalu berusaha maksimal untuk menemukan potensi besarnya yang sesungguhnya. Demi penggapaian itu, tak jarang ada semangat dan daya dorong yang luar biasa untuk segera menemukannya dan banyak cara yang dilakukan, mulai dari membaca buku tentang potensi dan motivasi, mengikuti perilaku figur yang dianggap pantas dijadikan contoh, ataupun memperluas jaringan pertemanan agar mampu menerima sudut pandang lain.

Terlepas dari beragam cara yang dilakukan, tujuan pertama dan yang utama adalah menemukan potensi diri sehingga penggapaian cita-cita pun mudah terlaksana. Di titik inilah muncul suatu orientasi untuk mewujudkan cita-cita pribadinya. Orientasi itu tentunya berkisar pada beberapa pertanyaan terhadap diri sendiri: -ingin jadi apa nantinya? apa yang bisa aku berikan agar orangtua bahagia?- Agaknya dua pertanyaan ini selalu menyelimuti pikiran semua manusia yang lahir ke muka bumi setelah ia beranjak dewasa.

Bukan sesuatu yang salah jika setiap diri dari kita menginginkan untuk mewujudkan cita-cita yang orientasinya pribadi -toh itu juga kebaikan-. Bangga rasanya punya bangsa yang pemudanya mempunyai cita-cita, sehingga dalam kehidupan sehari-seharinya tidak disertai rasa gundah gulana dan linglung. Namun tentu saja, adakah sesuatu yang masih kurang?

Ingat kembali: Manusia adalah makhluk sosial

Tak dapat ditampik kebenarannya bahwa kita, umat manusia, adalah makhluk sosial. Saling berinteraksi dengan sesama adalah suatu kebutuhan tak terelakkan dalam kehidupan. Karena pada dasarnya kita saling membutuhkan, jadi konsekuensinya?

dan Timbullah cita-cita sosial…

Jaringan Sosial

Disamping cita-cita (Orientasi) pribadi yang saya ceritakan di atas, sebagai konsekuensi interaksi sosialnya, sadar atau tidak timbullah beberapa kesamaan orientasi yang akhirnya berujung pada cita-cita bersama, atau kita sebut sebagai cita-cita sosial.

Kita maknai lagi arti dari perjuangan bangsa -dimanapun-, pastilah timbul dari suatu keinginan bersama untuk kebahagiaan bersama. Indonesia, sebagai contohnya, dari beberapa pergerakan yang dulunya bersifat kedaerahan kemudian membesar dalam skala Nusantara adalah bukti nyata adanya keinginan bersama untuk meraih kemerdekaan. Inilah cita-cita sosial. Suatu keinginan bersama secara alamiah untuk mewujudkan kebaikan bersama.

Apakah kita mempunyainya?

 

draft 19 Januari 2012 (16;48)

Arynazzakka, mahasiswa AKA 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s