tanggapan terkait komti

Salam untuk semuanya. Luarbiasa diskusinya. Menanggapi beberapa hal bahasan di atas,  tentang komti –peran, fungsi dan kedudukannya, digolongkan termasuk komponen IMAKA atau tidak, pertama saya akan berbicara tentang komponen. Di dalam AD/ART kita, memang kata-kata komponen muncul dalam pasal-pasal tertentu (ART BAB 1 KELENGKAPAN ORGANISASI pasal 5, BAGIAN V BAB PROKER pasal 16, pasal 29 BAB II TENTANG PENERIMAAN DAN PEMECATAN ANGGOTA, bab 3 tata urutan perundangan pasal 40) ,dan dalam beberapa pasal dibarengi dengan komti. Hal ini memang dapat diambil kesimpulan sementara bahwa komti bukan merupakan komponen. Tapi yang menjadi kerancuan adalah kemunculan secara tiba-tiba kata-kata “komponen” tanpa definisi yang jelas.

Padahal jelas tertulis dalam bab tentang alat kelengkapan organisasi (ART BAB 1KELENGKAPAN ORGANISASI pasal 5) bahwa kelengkapan organisasi IMAKA ada 4: DPM, BEM, UKM, dan Komti. Dalam kamus bahasa indonesia, pengertian dari komponen adalah bagian dari keseluruhan, ini berarti secara definisi, alat kelengkapan organisasi dapat disamakan dengan komponen. Menelaah  kesimpulan sementara di atas bahwa komti bukan merupakan komponen, hal ini akan menyalahi bab kelengkapan organisasi.

(jika alat kelengkapan organisasi yang empat ini dibedah, maka masing-masing akan memiliki seperempat porsi, khusus untuk UKM dan komti, porsi yang telah terbagi, untuk masing-masing UKM dan komti dibagi menurut banyaknya  jumlah UKM dan komti, bukannya masing-masing UKM memiliki suara yang porsinya sama dengan lembaga, atau komti yang cukup menjadi ‘pelengkap’ –satu pun sudah mewakili, contohnya, dari 4 alat kelengkapan organisasi, masing-masing akan memiliki suara seperempat. BEM seperempat, DPM seperempat, UKM seperempat, dan komti seperempat. UKM ada lima, maka dari seperempat suara UKM tersebut masing-masing memiliki suara: seperempat dibagi lima, artinya seperduapuluh. Begiupun dengan komti. Hal ini bukan merupakan porsi suara mutlak, hanya tinjauan menurut definisi dari pembagian alat kelengkapan organisasi IMAKA)

Ingat juga, kelas juga merupakan organisasi. Jadi yang namanya organisator, bukan hanya mahasiswa yang menjadi pengurus atau anggota lembaga dan ukm saja. Organisasi mahasiswa dari, oleh, dan untuk mahasiswa (prinsip demokrasi mahasiswa, dapat dilihat dalam kepmendikbud tentang pedoman organisasi intra kampus dan juga statuta AKA). Dan jikalau mendapat aliran danapun, melihat kedudukan dan statusnya, komti pun berhak mendapatkannya. Jelas. Tugasnya sudah sangat jelas, selain bersama DPM mensosialisasikan AD/ART, menyusun GBPO, menampung dan menyalurkan aspirasi mahasiswa (bersama BEM juga), ada tugas tak tertulis yang merupakan tanggungjawab moral dan kepemimpinan dari komti, yakni mengorganisir kelas. Bahkan kalau ditinjau dari segi pemilihan, meskipun tidak melalui mekanisme yang rumit, pemilihan komti demokratis, hampir selevel pemilihan ketua ukm. Basis masanya pun tidak main-main, setara dengan ukm/lembaga bahkan lebih besar.

Jikalau komti mendapat dana IMAKA? Tidak harus organisasi kelas yang dimotori komti melakukan mekanisme organisasi yang sama kakunya dengan organisasi yang lainnya, seperti harus adanya visi-misi, GBPO. Dan juga, kita tidak harus menunggu ‘kemauan’ dari komti untuk membahas GBPO. Kalaulah membahas GBPO adalah tugas, saya sebut dengan kewajiban, itu harus dilaksanakan. Inilah tugas kita untuk menyadarkan semuanya.

Terkait pandangan kedudukan komti, dalam struktur seolah-olah komti adalah perpanjangan tangan presma (yang dalam pembahasan di atas disebut Gubernur).  Tapi  kalau kita melihat fungsinya (sesuai dengan AD/ART bab komti pasal 14), dari ketiga fungsi yang tercantum lebih sesuai jika simpulan kedudukan komtj merupakan perpanjangan dari DPM. Sekali lagi karena fungsinya: membahas GBPO, mensosialisasikan AD/ART, dan menampung aspirasi, komti lebih merupakan perpanjangan tangan DPM. Dan secara langsung, komti adalah anggota DPM sendiri. Ia merupakan legislator yang menangani dan mengaspirasikan suara kelasnya.

Tak ada salahnya jika komti mendapat aliran dana. Komti adalah mahasiswa. Memiliki kewajiban yang sama, sama pula hak yang seharusnya diperoleh. Kedaulatan demokrasi mahasiswa, yang disebut pemerintahan mahasiswa: dari, oleh, dan untuk mahasiswa haruslah secara berangsur-angsur kita terapkan dan sempurnakan.

Ayo jalankan hal yang telah terkonsep sambil memperbaikinya.

Presiden Mahasiswa IMAKA 2012-2013, Arynazzakka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s