Otokritik Akademi Kimia Analisis Bogor

Oleh: Arynazzakka*

diantara Akademi dan Sekolah TinggiMenyambut Sarasehan AKA dan IMAKA yang akan memperbincangkan wacana AKA dari Akademi menjadi Sekolah Tinggi, ada bahan yang patut kita renungi dan bisa menjadi salah satu acuan bahan diskusi di Sarasehan AKA dan IMAKA Sabtu (16/2/2012) mendatang. Berikut adalah kutipan sebuah kata pengantar sebuah diktat mata praktikum1):

KATA PENGANTAR

Matakuliah Fisika Analitik dan Praktikum Analisis Fisika adalah matakuliah baru yang dikembangkan untuk menunjang proses kontrol mutu produk dan proses manufakturing. Peningkatan efisien proses industri, terutama industri kimia, dan kontrol mutu yang semakin ketat, menuntut sistem pemantauan dan pengendalian yang semakin kritis. Penyimpangan proses yang bisa membawa dampak penurunan mutu produk harus terus dipantau dan dikoreksi sedini mungkin. Analisis kimia kerapkali tidak cukup kuat untuk memantau proses industri dan kontrol mutu produk. Untuk menarik kesimpulan dengan cepat dan akurat, data hasil analisis kimia harus diperkuat dengan data hasil analisis fisika (kerapkali terjadi masih harus ditambah dengan data hasil analisis mikrobiologi). Dalam banyak industri, kontrol mutu produk banyak melibatkan analisis fisika tanpa analisis kimia. Hampir tidak ada industri yang tidak memerlukan analisis fisika. Peningkatan peran analisis kimia dan analisis fisika inilah yang menjadi dasar dimasukkannya mata kuliah Fisika Analitik dan mata praktikum Analisis Fisika di dalam kurikulum tahun 2003 Akademi Kimia Analisis Bogor. Matakuliah Fisika Analitik dan matapraktikum Analisis Fisika dilaksanakan untuk pertamakalinya pada tahun akademik 2005-2006.

Dalam banyak industri, kontrol mutu produk banyak melibatkan analisis fisika tanpa analisis kimia

Sebagai mata praktikum yang baru dirintis, pelaksanaan praktikum Analisis Fisika ini belum ditunjang oleh peralatan yang lengkap. Pada tahun pertama ini, bahan praktikum masih bersifat sederhana menggunakan peralatan yang kebanyakan dibuat sendiri oleh lab fisika AKAB. Secara bertahap, bahan praktikum ini akan ditingkatkan. Diharapkan pada tahun 2007 Praktikum Analisis Fisika ini akan mencapai bentuk yang bisa dikembangkan menjadi Program Studi Analisis Fisika.

Kepada mahasiswa yang memeilih matakuliah Fisika Analitik dan Praktikum Analisis Fisika sebagai matakuliah pilihan, terbuka peluang untuk ikut berpartisipasi dalam mengembangkan matakuliah ini. Bagi mahasiswa yang memberikan masukan yang bermanfaat akan diberikan nilai tambahan karena yang bersangkutan sudah memiliki kompetensi adaptif dan generatif di dalam bidang ini. Kepada para dosen, kami sangat mengharapkan saran dan kritik untuk meningkatkan mutu dan meningkatkan status matakuliah ini menjadi program studi.

Semoga bahan ajar ini bisa berkembang lebih dari yang diperkirakan.

Akademi Kimia Analisis menjadi Sekolah Tinggi, tentunya akan mendapatkan sambutan dan dukungan baik dari Alumni yang pernah belajar maupun lulusan Diploma Analis Kimia yang lain. Hal ini disebabkan belum ada satupun Sekolah Tinggi di Indonesia dalam bidang Analis Kimia. Sampai saat ini, AKA hanya memiliki satu program studi, Analis Kimia, yang kini terkonsentrasi (mulai angkatan 2011) dalam 3 peminatan: Analisis Kimia Instrumentasi, Analisis Kimia Lingkungan, dan Analisis Kimia Farmasi. Satu pertanyaan menarik terkait wacana transformasi AKA dari Akademi menjadi Sekolah Tinggi, “Bisakah?” (bersambung…)

*mahasiswa AKA yang menyambut baik wacana Sekolah Tinggi Analis Kimia, Generasi terakhir kurikulum ‘tanpa peminatan’, angkatan 2010

1)Kata Pengantar Bahan Ajar Praktikum Analisis Fisika, Noviar Dja’var

2 thoughts on “Otokritik Akademi Kimia Analisis Bogor

    • di AKA, farmasi bukan sebagai jurusan. Jurusan di AKA hanya satu, Analis Kimia yang terbagi dalam tiga peminatan, salah satunya adalah Analisis farmasi.
      Analisis farmasi disini mengajarkan kita menganalisis bahan-bahan farmasi, bukan membuat layaknya seorang apoteker. Analisis Farmasi di AKA beda dengan apoteker. gambarannya seperti ini, apoteker adalah orang yang bertugas meracik bahan farmasi hingga menjadi obat/sediaan siap konsumsi, sementara analis bertugas apakah obat yang dibuat apoteker sudah sesuai, misal kadar senyawa atau unsurnya sekian persen…
      kalau berniat menjadi apoteker saran kakak langsung saja mengambil perguruan tinggi farmasi. namun apabila ingin menjadi Analis, AKA bisa jadi salah satu pilihan terbaik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s