Postulat Relativitas

Einstein

Inti dari teori relativitas (yang begitu terkenal, dipopulerkan oleh Einstein) adalah acuan universal. Tinjauan ini berdasar bahwasannya setiap benda dinyatakan bergerak jika dan hanya jika ada acuan. Nah, relativitas khusus oleh Einstein mempersoalkan tentang “kerangka acuan univaersal” (1905).

Prinsip relativitas:

  1. Hukum fisika dapat dinyatakan dalam persamaan berbentuk sama dalam semua kerangka acuan yang bergerak dengan kecepatan tetap satu dengan yang lainnya.
  2. Kecepatan cahaya dalam ruang hampa sama untuk semua pangamat.

Dimulai dengan Michelson (1852-1931) yang berusaha membuktikan “eter”, suatu medium hipotesis pada masa itu bahwa eterlah yang memenuhi alam semesta sebagai medium perambatan cahaya. Eksperimennya bersama dengan Morley (kemudian dikenal dengan eksperimen Michelson-Morley) membuktikan bahwa “eter” tidak ada sehingga tidak ada gerak absolut (hal ini disebabkan ternyata cahaya dapat merambat tanpa medium, dan perambatan cahaya bukan oleh sebab eter). Jadi, semua gerak dinyatakan relatif. Meskipun demikian, imbas dari pembuktian ini membuahkan teori relativitas khusus, namun ternyata Michelson menolak teori relativitas khusus yang dipopulerkan oleh Einstein.

“Ini memberi kita pelajaran, bahwa menerima perubahan adalah sesuatu yang sulit. Pandangan-pandangan pada waktu itu sangat bertentangan sehingga diperlukan proses bertahap untuk menerima bahwa perubahan itulah yang sebetulnya benar”

Einsten, memang menjadi sosok yang begitu fenomenal dalam dunia ilmu pengetahuan. Mungkin hampir setenar Newton dan bahkan kecerdasan abad ini disimbolkan dengan “Einstein”. Kiprah Einstein (1879-1950) sendiri dimulai sejak dia bekerja di kantor paten Swiss. Setelah beberapa tahun bekerja, akhirnya membuahkan 3 makalah yang salah satunya akan menjadi kontroversi. Tiga makalah tersebut yakni:

  1. Cahaya sebagai dualisme gelombang partikel
  2. Analisis gerak Brown
  3. Teori Relativitas.

Setelah populer akibat teori Relativitas, pada 1913 Einstein bekerja di Kaisar Wilhem Institute. Disini dia dapat mendalami penelitiannya tanpa khawatir kehabisan biaya. Minat utama Einstein pada waktu itu adalah gravitasi (dalam kaitannya dengan ruang-waktu).

Gravitasi (dalam teori Einstein) digambarkan sebagai ruang-waktu melengkung di sekitar benda sehingga masa yang berdekatan cenderung bergerak ke arahnya (hal ini dia gambarkan seperti kelereng yang menggelinding di atas mangkuk). Karirnya kemudian, pada 1917 mengemukakakn penurunan baru mengenai rumus benda hitam Plank dengan memperkenalkan gagasan “Radiasi Pemancaran terstimulus”. Ini adalah cikal bakal ditemukannya Laser.

Dalam masa-masa ini, ilmu pengetahuan teori mengalami perkembangan yang sangat pesat. Pada 1920, mekanika kuantum diperkenalkan. Teori atom termutakhir (bahkan masih berlaku sampai sekarang).  Namun ternyata, Einstein menolak pandangan “probabilistik” (peluang ditemukannya elektron, teori ini ditemukan oleh Werner Heisenberg dan populer dengan sebutan “Asas ketidakpastian). Pandangan probabilistik menggeser pandangan deterministik (pada saat itu mengacu pada skala atomik). Menanggapi hal itu, keluarkan kata-kata Einstein yang cukup terkenal “Tuhan tidak bermain dadu dengan dunia ini” (kata-kata ini menyindir Asas ketidakpastian Heisenberg yang menyatakan bahwa yang dapat kita lakukan dalam menemukan posisi elektron suatu atom adalah peluang menemukannya, dan kita tidak dapat menentukan posisi elektron secara tepat. Sindiran Einstein bahwa Tuhan tidak bermain dadu dengan dunia disebabkan dalam dunia fisika yang mempelajari sistem semesta, melalui hukum-hukumnya para ilmuwan percaya termasuk Einsten bahwa alam telah diatur sedemikian rupa sehingga dapat ditentukan melalui hukum-hukum yang teratur).

“Hal ini memberi pelajaran kepada kita, bahwasannya, seorang agen perubahan akan menjadi orang pertama yang akan mempertahankan perubahan yang telah dibuatnya. Uno status quo!”

Setelah mengalami pergulatan mengenai teori Relativitas, ada satu impian Einstein yakni tentang teori medan terpadu yang menyatukan gravitasi dan elektromagnet. Namun, ajal telah mendahului sebelum ia berhasil memecahkannya. Dan permasalahan ini masih berlanjut sampai sekarang. Belum ada satupun yang dapat menyelesaikannya…. (baca : Theory of Everything)

oleh: Arynazzakka. mahasiswa dengan passion yang tinggi di bidang Fisika.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s