RINGKASAN EKSEKUTIF BEM AKA 2012-2013

Image

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) berfungsi menjalankan pemerintahan IMAKA (Ikatan Mahasiswa Akademi Kimia Analisis). Berbeda dengan Universitas, BEM IMAKA yang merupakan BEM Aktademi dengan prodi tunggal (Analisis Kimia) dan keanggotaan seluruh mahasiswa AKA (AD/ART pasal 10 c), BEM melakukan peran ganda yakni sebagai organ pergerakan sekaligus organ pengkaderan.

Dapat dikatakan, BEM IMAKA adalah Himpunan Mahasiswa Analis Kimia AKA (HIMA) dalam menjalankan fungsi kaderisasi sekaligus dalam menjalankan pergerakannya setingkat dengan BEM Universitas.

IMAKA yang merupakan wadah seluruh organisasi mahasiswa (ORMAWA) AKA memiliki visi pembangunan 2011-2014 “MENJADI KAMPUS MANDIRI YANG BERKONTRIBUSI YANG BERLANDASKAN IMAN DAN TAQWA UNTUK KEMAJUAN KOTA BOGOR”. Visi Pembangunan IMAKA 2011-2014 telah ditetapkan pada masa kepengurusan Presiden Mahasiswa IMAKA 2011-2012. Selanjutnya, visi di atas diturunkan dalam tiga (3) fase pembangunan, yakni Internalisasi (2011-2012), Kaderisasi (2012-2013), Ekspansi (2013-2014), Mandiri (2014- ).

IMAKA periode ini, 2012-2013, berada pada fase Kaderisasi. Melalui Visi : “ Melalui Sinergitas Elemen, Wujudkan Kebangkitan IMAKA” memfokuskan arah gerak dalam segi Keilmuan, Pengabdian Masyarakat, dan Humas Gerakan (mencakup positive image building, penguatan jaringan, dan jurnalisme).

Adapun, perangkat organisasi dalam upaya mencapai visi dan misi periode 2012-2013 terdiri dari: dua biro, yaitu Biro Kestari dan Biro Keuangan, satu Badan PSDM, satu Satuan Audit Internal (SAINT), enam kementrian yaitu Kementrian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), Kementrian Kesejahteraan Mahasiswa (KESMA), Kementrian Olahraga, Kementrian Informasi dan Komunikasi (INFOKOM), Kementrian Politik, dan Kementrian Sosial Masyarakat (SOSMAS), serta satu Menteri Koordinator yaitu Menteri Koordinator Bidang Mahasiswa yang membawahi tiga kementrian (IPTEK, KESMA, dan Olahraga).

Biro Kestari menjalankan tugas kesekretariatan (termasuk juga inventarisasi aset, peremajaan sekret, sekaligus pengumpulan arsip sejarah IMAKA. Biro Keuangan mengatur pengelolaan arus kas masuk dan keluar sekaligus menjalankan pengawalan keuangan dari Direktorat berupa Transparasi Dana DIPA IMAKA.

Badan PSDM menjalankan tugas upgrading skills pengurus BEM sekaligus menjalankan koordinasi dalam bidang kaderisasi dengan UKM. Selain itu juga menjalin kesepahaman eksekutif-legislatif antar pengurus BEM dan anggota DPM.

Satuan Audit Internal bertugas menilai kinerja pengurus BEM agar dapat menjadi evaluasi untuk ditindaklanjuti Badan PSDM. Tindak lanjut aspirasi mahasiswa juga diemban oleh SAINT berupa penilaian kinerja, evaluasi program kerja yang dinilai harus ditindaklanjuti.

Kementrian IPTEK bertugas sebagai mediator bidang akademis mahasiswa (termasuk advokasi kendala akademis mahasiswa), pencerdasan keilmuan, pembangunan jaringan keilmuan, pengkajian keilmuan, dan penyediaan wadah sekaligus mediator komunitas keilmuan mahasiswa.

Kementrian KESMA bertugas mengadvokasi fasilitas kampus dengan mempertimbangkan aspirasi mahasiswa, advokasi permasalahan mahasiswa dalam bidang finansial, dan membangun kerjasama dengan berbagai pihak dalam rangka pembangunan jaringan pekerjaan dan upaya pencarian beasiswa eksternal.

Kementrian Olahraga bertugas melayani mahasiswa dalam bidang olahraga, termasuk penyelengaraan pelatihan olahraga rutin, mekanisme peminjaman GOR, advokasi pembinaan olahraga mahasiswa. Kementrian INFOKOM bertugas mengelola publikasi, menjalin jaringan dengan media eksternal, dan menyebarluaskan informasi kepada mahasiswa.

Kementrian Politik bertugas sebagai penanggungjawab pergerakan eksternal, pengkajian isu daerah dan nasional, serta mencerdaskan mahasiswa agar sadar politik. Kementrian SOSMAS bertugas untuk mempertahankan hubungan baik dengan masyarakat, berkontribusi untuk masyarakat sekitar dalam menerapkan ilmu yang dimiliki.

Menteri Koordinator Bidang Mahasiswa bertugas mengoordinir kegiatan IMAKA, seperti penanggalan program kerja UKM, mengoordinir Komisaris Tingkat (KOMTI) sebagai sarana aspirasi dan informasi, serta mengoordinasikan kementrian IPTEK, KESMA, dan Olahraga.

Kebijakan yang diambil pada periode ini terbagi dalam tiga (3) hal, yakni berkaitan dengan pengawalan kebijakan Direktorat, pelayanan mahasiswa, dan kebijakan yang berkaitan dengan internal IMAKA dan eksternal IMAKA.

Untuk pengawalan kebijakan Direktorat, ada  enam (6) hal yang diadvokasi yakni: Kartu Asuransi, Transparasi DANA DIPA IMAKA, Pengawalan Program Pengenalan Kehidupan Kampus, Fasilitas Wi-Fi, Kurikulum Peminatan, Pembinaan Olahraga Mahasiswa.

Untuk pelayanan mahasiswa meliputi: rutinitas pembinaan olahraga, tutorial matakuliah/ responsi, peremajaan kotak obat dan cek medis bebas biaya, memfasilitasi dalam pencarian bursa kerja, mengapresiasi aktivis mahasiswa AKA melalui kerjasama dalam bentuk Beasiswa Aktivis, pendampingan permasalahan akademis, advokasi permasalahan finansial, pencerdasan perkembangan ilmu kimia analitik, mewadahi mahasiswa cabang olahraga baru (Capoeira).

Dalam hal internal IMAKA, ditetapkan hari Almamater AKA (Kepres No.2 tahun 2012), Logo Presiden Mahasiswa (Kepres No. 1 tahun 2012), Pembentukan Wadah Keilmuan Komunitas EX-Kim, Komunitas IT;Wirausaha;Diplomat;IMAKA Peduli Masyarakat dalam bentuk ILS (IMAKA Life School) sesuai Kepres No. 3 tahun 2012.

Untuk eksternal IMAKA, penguatan jaringan dilakukan dengan pembangunan jaringan dengan Radar Bogor dan RRI Bogor sebagai media gerakan, LBH (Lembaga Bantuan Hukum) Bogor, jaringan organisasi mahasiswa bidang keilmuan IKAHIMKI, jaringan organisasi mahasiswa non-Kementrian Pendidikan dan Agama (Kedinasan) FMKI. Disamping itu, masih menjaga dan memperkuat peran dalam aliansi daerah ataupun nasional, BEM se-Bogor (BSB) dan BEM se-Indonesia (BEM SI).

Upaya pengabdian masyarakat juga terus dikembangkan dengan berbagai inovasi (pembukaan rumah baca) dan sinergi dengan gerakan sosial mahasiswa lain (yang tergabung dalam MAHAGANA BEM se-BOGOR). Usaha mengaplikasikan ilmu praktis yang didapat selama di kampus diupayakan agar dapat diterapkan di masyarakat meski masih belum dapat optimal.

BEM IMAKA juga tak lepas turut mengawal dan mengkritisi kebijakan pemerintah, baik itu Kemenperin (melalui FLMPI) dan Pemerintah Pusat (melalui aliansi BEM SI). Kebijakan yang dikawal adalah Reposisi Pusdiklat Kemenperin dan UU PT.

Kemenperin melalui Pusdiklat mengeluarkan kebijakan Reposisi terhadap Pusdiklat (Pusat Pendidikan dan Pelatihan) yang termasuk di dalamnya institusi Perguruan Tinggi (PT) di bawah Kemenperin. Reposisi Pusdiklat terhadap PT diarahkan pada spesialisasi dan kompetensi.

Melalui Renstra bertahap sampai dengan 2025, dalam tahap 2012-2015 ada beberapa poin yakni: menjalin kerjasama dengan lembaga pendidikan, asosiasi, Balai Besar maupun Direktorat di Kemenperin, Sertifikasi Dosen, penyusunan Juknis Akreditasi BAN-PT, BLU, sistem Pendidikan Vokasi, menyusun sarana dan prasarana unit pendidikan dan juga melakukan penandatangan kerjasama dengan Ditjen DIKTI-Kemendikbud, dan RUU-PT.

Status institusi AKA menurut SKB Menteri Perindustrian (MENPERIN) dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (MENDIKBUD) No. 278/M/SK/VI/1981 dan No. 0186/O/1981 adalah Perguruan Tinggi Kedinasan (Non-Kementrian Pendidikan Nasional). Usaha penguatan status institusi diperkuat dengan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. 121/MPP/Kep/3/2004 berisi Pemberian Kuasa dan Pendelegasian Wewenang Bidang Pembinaan Pendidikan pada Perguruan Tinggi dan Sekolah Menengah di Lingkungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan.

 

Catatan: Ringkasan ini disampaikan pada LPJ BEM IMAKA 2012-2013 pada tanggal 28 Maret 2013.

 

 

Dasar konstitusi penyelenggaraan PT yang rapuh dalam SKB MENPERIN dan MEDIKBUD di atas menyebabkan berbagai kendala. Penguatan status institusi sangat diperlukan karena berdampak terhadap hak civitas akademika Perguruan Tinggi Kemenperin.

Dalam pengawalannya melalui FLMPI, institusi AKA (dan seluruh institusi Pendidikan Tinggi di bawah Kemenperin) mendapat legalisasi status sebagai Pendidikan  Tinggi yang diselenggarakan LPNK (Lembaga Pemerintah Non-Kementrian) yang diinisisasi Kemenperin (melalui Pusdiklat) hasil dari MoU antara Kementrian Perindustrian (yang diwakili SEKJEND Kemenperin) dan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (yang diwakili oleh DIRJEN DIKTI). Legalisasi status ini diperkuat dengan disahkannya UU PT (UU No. 12 tahun 2012).

 Meski secara yuridis status institusi AKA mendapat pengakuan sebagai LPNK, namun mahasiswa AKA sebagai peserta didik oleh MENDIKBUD melalui DIKTI masih mengalami diskriminasi hak sebagai mahasiswa Indonesia. Padahal seperti yang dijamin yang dijamin UUD 1945, hak setiap warga negara adalah sama.

Diskriminasi terhadap mahasiswa AKA (dan juga mahasiswa PT Kemenperin secara umum) berupa penutupan akses pembinaan mahasiswa oleh MENDIKBUD. Dalam programnya melalui DIKTI, berbagai beasiswa untuk mahasiswa dan kompetisi mahasiswa di bidang penalaran keilmuan, wirausaha, terapan teknologi, olahraga, seni, dan lainnya belum dapat diikuti oleh mahasiswa AKA.

Program kompetisi itu antara lain PMW (Program Mahasiswa Wirausaha), ONMIPA (Olimpiade Nasional MIPA), PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional), PKM (Program Kreativitas Mahasiswa).

Maka, sebagai mahasiswa AKA selayaknya memperjuangkan haknya sebagai mahasiswa Indonesia, sebagai putra bangsa yang menjadi harapan masa depan, untuk dapat berkompetisi sehat dalam berbagai program yang dilaksanakan oleh pemerintah dengan mahasiswa lainnya. Perjuangan penguatan status instansi dan kemahasiswaan PT Kemenperin di mata KEMENDIKBUD mutlak harus dilakukan. Mahasiswa AKA (melalui FLMPI) harus mengambil peran memediasi pihak Kemenperin dan KEMENDIKBUD.

 Dalam pengawalan kebijakan terhadap Pemerintah Pusat, dampak UU PT jelas dirasakan sekarang, yakni Pendidikan Tinggi semakin mahal meski ada usaha peningkatan program. Program tersebut berupa sertifikasi kompetensi (meski instruksi sertifikasi kompetensi telah ada melalui PP NO. 23 tahun 2004 dan PP No. 31 tahun 2006 ). Hal ini bertentangan dengan kovenan internasional tentang hak ekonomi, pendidikan, sosial pendidikan internasional termasuk Indonesia akan diupayakan semakin lama akan bebas biaya.

Jelas, hal ini merupakan liberalisasi dalam hal Pendidikan yang patut untuk terus di kawal, dan BEM IMAKA bersama dengan Aliansi BEM SI juga dengan mahasiswa Indonesia lainnya mendukung pencabutan UU PT melalui mekanisme Judisial Review yang diajukan kepada Mahkamah Konstitusi.

BEM IMAKA Kabinet Pilar Kebangkitan Periode 2012-2013 dalam menjalankan pemerintahan, dengan keilmuan menjadi fokus salah satunya, melalui pemwadahan potensi ekperimen mahasiswa, kajian perkembangan ilmu analitik, pengawalan berbagai kebijakan direktorat menyangkut kurikulum, kebijakan Kementrian tentang Reposisi Pusdiklat, Pengajuan rekomendasi kompetisi keilmuan antar PT Kemenperin, bergabung dengan ORMAWA Himpunan Mahasiswa Kimia Indonesia IKAHIMKI, pengawalan MoU Menperin-MENDIKBUD tentang pembinaan mahasiswa PT Kemenperin bertujuan dalam rangka pengarahan ORMAWA AKA untuk menjadi insan akademis yang bermanfaat, tanpa melupakan aspek yang lainnya. BANGKIT IMAKA, BANGKIT INDONESIA!

Adapun, pencapaian dalam periode ini adalah:

  1. Terbentuknya Komunitas Keilmuan mahasiswa AKA (bernama EX-KIM)
  2. Dukungan akademik untuk EX-KIM dalam hal peminjaman laboratorium, peralatan dan bahan yang dibutuhkan untuk eksprimen
  3. Produktivitas EX-KIM yang telah menghasilkan produk
  4. Dukungan pihak Pusdiklat terhadap EX-KIM untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah
  5. Antusiasme diskusi mahasiswa dalam bidang keilmuan dan kekampusan (hal-hal yang menyangkut AKA)
  6. Tergabungnya BEM IMAKA dalam organisasi nasional Himpunan Mahasiswa Kimia Indonesia IKAHIMKI
  7. Kepercayaan IKAHIMKI menunjuk AKA sebagai koordinator bidang Biokimia Wilayah 2
  8. Konsistensi pelayanan mahasiswa dalam memediasi akademis berupa penyelenggaran responsi.
  9. Tergabungnya BEM IMAKA dalam organisasi nasional FMKI sebagai wadah organisasi mahasiswa non- Kementrian Pendidikan dan Agama (kedinasan)
  10. Pengawalan hasil advokasi ATM periode 2011-2012 sampai ATM benar-benar terealisasi.
  11. Advokasi Kartu Asuransi Mahasiswa sebagai usaha kemudahan akses fasilitas asuransi kesehatan mahasiswa terlaksana sehingga mahasiswa dapat memegang langsung Kartu Asuransi Mahasiswa.
  12. Advokasi Wi-Fi sehingga jaringan Wi-Fi kampus dalam digunakan mahasiswa untuk berselancar dunia maya.
  13. Pelayanan pencarian kerja/jobfair sebagai jalur menambah jaringan pekerjaan sekaligus fasilitator untuk lulusan AKA dan bentuk kontribusi untuk lulusan kampus lain.
  14. Konsistensi advokasi mahasiswa dalam permasalahan finansial dalam keberlangsungan belajar (2 orang yang berasal dari IKA-AKAB dan 1 orang berasal Dompet Peduli) .
  15. Konsistensi pelayanan kotak obat dan cek medis bebas biaya.
  16. Memperkuat sinergi melalui penyelenggaraan Beasiswa Aktivis V dengan FAM sebagai wujud apresiasi bagi Aktivis Mahasiswa AKA yang telah mencurahkan waktu, tenaga, dan fikirannya untuk AKA.
  17. Rutinitas pelayanan Olahraga untuk mahasiswa AKA sehingga semua pelatihan olahraga berjalan secara konsisten
  18. Pembentukan wadah cabang olahraga baru di AKA, yakni Capoeira
  19. Pengaktifan kembali pelatihan Taekwondo yang sempat tidak aktif pada tahun sebelumnya
  20. Aktif berpartisipasi dalam turnamen olahraga, khususnya di wilayah kota Bogor (Bogor Futsal Cup, Futsal Only Cup)
  21. Melakukan sparing partner dengan kampus lain untuk membangun humas gerakan dengan kampus lain melalui olahraga.
  22. Kepercayaan BEM se-Bogor kepada AKA untuk menjadi koordinator dan PJ Isu TPST Kayu Manis Bogor.
  23. Kepercayaan BEM se-Indonesia kepada AKA untuk menjadi PJ Isu Nasional Tarif Dasar Listrik dan PJ isu Wilayah Jabodetabek terkait Moral
  24. Terlibat aktif dalam jaringan eksternal gerakan mahasiswa melalui konsolidasi BEM se-Bogor (BSB), Musyawarah Besar (MUBES) BSB, Musyawarah Kerja BSB, Konsolidasi BEM se-Indonesia (BEM SI), rakernas BEM SI
  25. Terbangunnya media gerakan dengan Radar Bogor, RRI Bogor, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bogor
  26. Partisipasi dalam acara kompetisi wirausaha GKN 2013 (Gerakan Kewirausahaan Nasional) dan memenangkan Proposal Bisnis yang didanai oleh Kementrian UKM dan Koperasi
  27. 100 mahasiswa terpilih dalam pertemuan pemimpin organisasi mahasiswa dan Bisnis dengan CEO perusahaan Trans-Nasional StudentsXCEO’s SUMMIT 2012.
  28. Optimal penyebaran informasi rutin melalui dunia maya.
  29. Terjaganya dan terlibat aktif dalam komunitas Komunikasi dan Informasi se-Bogor, MAHAGANA BEM se-Bogor.

Diantara pencapaian yang berhasil dilakukan, selalu ada hal yang patut untuk dievaluasi yakni: meningkatkan dinamisasi cerdas dan sehat serta upaya kesadaran politik mahasiswa, Kepemimpinan yang belum dapat menyentuh secara langsung UKM atau grassroot, Manajemen informasi yang kurang baik sehingga informasi kurang tersebar merata ke semua mahasiswa, Pengarsipan sejarah IMAKA yang belum lengkap, hanya dari bidang kaderisasi IMAKA saja, optimalisasi pengabdian kepada masyarakat dalam rangka pengaplikasian ilmu ataupun eksperimen yang telah direncanakan atau dibuat, dan realisasi Student Center sebagai pusat Organisasi dan Gerakan Mahasiswa.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s