Mendaki menuju Cahaya (1)

Image

Bagaimana kita menyatakan itu kebenaran?

Sementara kita adalah manusia yang tidak tahu

Dari mana datangnya pikiran?

Sehingga ia bisa memberi tahu.

 

Oleh: Arynazzakka

Syair rangkuman dari perenungan makna hidup, ketuhanan, dan dialog filsafat-agama-sains.

 

Iklan

Budi Oetomo: Pelopor Kebangkitan Nasional?*

Oleh: Arynazzakka**

harkitnas #2013

 

Bulan Mei dapat dikatakan bulan spesial dalam hal peringatan hari nasional. Selain hari buruh yang jatuh pada 1 Mei, adapula hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei, kemudian disusul hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada tanggal 20 Mei. Dan, terakhir adalah hari Reformasi, yakni peringatan pengunduran Soeharto sebagai simbol runtuhnya era Orde Baru yang ‘diktator’ menuju era Reformasi, 21 Mei.

Belajar pada sejarah, bahwasannya sejarah adalah miliki pemenang. Artinya, siapapun yang berkuasa dapat saja membuat sejarah yang berpihak pada kepentingannya. Tak terkecuali dalam sejarah Indonesia. Begitu banyak hal-hal yang sebenarnya jauh dari fakta, namun dituliskan dalam sebuah lembaran sejarah hingga generasi penerus menganggap itulah sebenarnya yang terjadi, menurut sejarah-perspektif itu.

Hari Kebangkitan nasional selalu disandingkan dengan lahirnya Budi Oetomo. Sebuah organisasi yang dinilai memiliki peranan penting dalam mempelopori kebangkitan nasional. Benarkah?

 Syarekat Islam (1)

Gb. 01. Simbol Sarekat Islam

Budi Oetomo: menilik sejarah

Budi Oetomo merupakan organisasi yang didirikan oleh siswa STOVIA (Sekolah Kedokteran Jawan, cikal bakal UI) dengan dr. Soetomo sebagai pendirinya. Budi Oetomo didirikan pada 20 Mei 1908. Dari segi keanggotaan, Budi Oetomo hanya menerima dari kalangan suku Jawa (dan itupun bangsawan). Organisasi ini kental dengan Djawanisme, baik itu agama Kedjawen, atau menjunjung tinggi nilai-nilai Djawa.

Mengenai persatuan nasional, Budi Oetomo juga bersikap menolak. Lantas, siapakah sebenarnya pembangkit kesadaran nasional?

Indonesia, dengan mayoritas muslimnya tidak dapat dipungkiri peran dalam hal pembangkit kesadaran nasional. Tali islam merupakan pemersatu bangsa pada saat itu (meski belum berwujud negara). Masyarakat lebih memahami ikatan islamiyah sebagai simpul pemersatu daripada ikatan bangsa. Apalagi, muslim yang mayoritas ditindas oleh penjajah Kerajaan Protestan Belanda. Gerakan pembebasan penindasan lebih banyak dipelopori ulama dan semangat ini ditularkan kepada masyarakat melalui semangat jihadnya.

Jikalau yang dimaksud kebangkitan nasional adalah organisasi pelopor, maka patutlah kita tujukan pada Serikat Dagang Islam yang telah berdiri 3 tahun lebih awal dari Budi Oetomo, yakni pada 16 Oktober 1905. Mengingat, peran Serikat Dagang Islam yang besar, bahkan menjadi salah satu kekuatan politik-ekonomi yang ditakuti oleh penjajah karena jaringannya yang luas dan anggotanya yang besar (anggota SDI mencapai 2juta, bandingkan anggota Budi Oetomo yang hanya 10ribu).

De-Islamisasi sejarah

 muhammadiyah

Gb. 02. Achmad Dachlan, Pendiri Muhammadiyah

Adapun, mengenai keputusan kabinet Hatta yang menetapkan Hari Kebangkitan Nasional adalah kondisi kabinet Hatta (1948-1949) mendapat serangan dari pelaku Kudeta 3 Juli 1946 (Tan Malaka dari Marxist Moerba dan Mohammad Yamin di Pengadilan Tinggi). Pembelaan ini diangkat di media masa dan cetak maupun radio, dan dinilai kabinet Hatta dapat menumbuhkan perpeahan bangsa yang sedang menghadapi perang kemerdekaan (1945-1950). Maka, dengan demikian, kabinet Hatta memilih peringatan Budi Oetomo –sebagai organisasi yang telah mati- sebagai pembangun kesadaran sejarah nasional perlawanan kepada penjajah.

 Taman Siswo

Gb. 03. Taman Siswa

Kebijakan pemerintah indonesia ini memang mengindikasikan de-Islamisasi sejarah, seakan kebangkitan nasional tidak dipelopori Indonesia tidak dipelopori Islam, dan Islam tidak dapat mendapat tempat dalam sejarah meski nyata perannya. Ini pun terjadi pada kesalahan keputusan hari bersejarah lain, diantaranya Hari Pendidikan Nasional yang dialamatkan pada hari lahir Ki Hadjar Dewantoro –pendiri Taman Siswo- 1922 M. Padahal Achmad Dachlan dengan Perserikatan Muhammadiyahnya berdiri 10 tahun lebih awal, yakni pada 1912 M. Dan juga jelas, Muhammadiyah memiliki peran yang lebih luas, dan masih ada sampai sekarang.

Mari, tulis ulang sejarah Indonesia!

Sebagai catatan:

  1. Taman Siswo merupakan perkumpulan kebatinan Seloso Kliwon
  2. De-islamisasi sejarah terjadi karena nyata-nyata, sejarah indonesia seolah mengabaikan kekuasaan politik islam dengan kesultanannya (jumlahnya empat puluh). Ini akibat adanya Maklumat Presiden Nomor 1 Tahun 1946, bahwa kedaulatan politik dan ekonomi diambil alih oleh Pemerintah Republik Indonesia

*: Tulisan ini merupakan hasil bedah buku Api Sejarah karya A. Mansur Suyanegara dalam momentum Hari Kebangkitan Nasional versi pemerintah, bersama dengan kader KAMMI Komisariat AKA Bogor (Oki, Aldi, Manto, Falah, Ilham, Qurnia, Fikri, dan penulis)

**: Arynazzakka, sedang dalam pembelajaran Islam. Terlibat dalam pergerakan Islam KAMMI. mantan ketua BEM AKA 2012-2013. Sangat tertarik di bidang #kemandirian (bisnis), selain Politik-Teknologi-Sains dan Pemikiran. Ahli Teknik Kimia Spesialisasi Persenjataan 2022. Bercita-cita menjadi Menteri Penerapan Teknologi 2049.

Khalifah fil Ardh #2

Oleh: Arynazzakka*

leader movement

Great Leader is the great reader

Kapasitas kita adalah sebagai khalifah fil ardh (khalifah di muka bumi), bukan hanya sekedar khalifah fil Bogor, apalagi khalifah fil kampus. Jadi, jangan sekali-kali kita mengkerdilkan amanah yang diberikan sang Pencipta kita.

Kapasitas seorang khalifah fil ardh menuntut terkumpulnya berbagai keterampilan spesialis dan penguasaan mendalam dalam satu individu. Sebagai contoh, Muhammad Al-Fatih sebagai penakluk Konstantinopel sejak kecil ditanamkan sikap sebagai khalifah fil ardh, sehingga nyata sabda rasul bahwa ialah sebaik-baik pemimpin pada saat itu, dan prajuritnya adalah sebaik-baiknya prajurit.

Dalam memimpin sholat bahkan beliau tanyakan kepada prajuritnya, “siapa yang tidak pernah sekalipun meninggalkan sholat setelah baligh?” seluruh prajurit masih berdiri tanda bahwa tidak seorangpun yang pernah meninggalkan sholat. “siapa yang tidak pernah meninggalkan sholat berjamaah?” kemudian beberapa prajuritnya turun pertanda ada yang pernah terlewatkan sholat berjamaah. Hingga kemudian terlontar pertanyaan terakhir, “siapa yang semenjak baligh tidak pernah meninggalkan sholat tahajjud?” dan ternyata, semua prajurit turun hingga Al-Fatih lah sendiri yang masih tetap berdiri.

Gambaran dari cerita di atas menunjukkan bahwa betapa kapasitas khalifah fil ardh begitu mengagumkan.

Ia juga dapat diumpamakan bagai singa, yang tidurnya saja membuat orang berhati-hati jika berada di sekelilingnya, dan takut untuk mengganggunya. Ingat, diamnya saja sudah membuat orang takut, membuat orang enggan berbuat hal kemaksiatan.

Ia diumpamakan bagai singa, yang tidurnya saja membuat orang takut…

Menjadi khalifah fil ardh, juga membutuhkan kemampuan destroyer. Kemampuan penghancur, yang sekali diserang  mampu meluluhlantahkan lawan. Agar lawan tidak macam-macam dan menganggap kita remeh. Agar kita mampu melindungi saudara kita.

Kapasitas seorang khalifah fil ardh memandang bahwa perbedaan adalah keniscayaan. Konflik yang terjadi hanya berdasar pada perbedaan ideologi, kepentingan karena sejatinya “tidak ada lawan abadi”. Khalifah fil ardh adalah orang-orang yang mampu mengendalikan perbedaan-perbedaan itu. Mengendalikannya ke arah kebaikan. Menjauhkannya dari potensi perpecahan. Ia bagai penakluk kuda liar yang dapat ia gunakan sebagai kuda tunggangannya.

karakter destroyer harus juga dimiliki. khalifah fil ardh adalah pengendali

Khalifah fil ardh tidak memandang bahwa politik dan ekonomi (bisnis) adalah bagian yang terpisah dan harus diperjuangkan berdasarkan prioritas. Ia pandang bahwa politik dan ekonomi adalah bagai dua muka keping mata uang. Lekat. Dan tidak terpisahkan. Bisnis haruslah di back up dengan kebijakan. Sedangkan politik juga tidak dapat mengingkari peranan ekonomi. Keseimbangan politik-ekonomi inilah yang telah dibuktikan oleh SDI (Serikat Dagang Islam) dan SI (Serikat Islam) yang menjadi kekuatan politik dan ekonomi yang ditakuti oleh pemerintahan kolonial Protestan Belanda.

politik dan ekonomi adalah bagai dua muka keping mata uang

*: Arynazzakka, mantan Presiden BEM AKA 2012-2013. Sangat tertarik di bidang #kemandirian, selain Politik-Teknologi-Sains dan Pemikiran. Ahli Teknik Kimia Spesialisasi Persenjataan 2022. Bercita-cita menjadi Menteri Penerapan Teknologi 2049.

catatan: Tulisan ini merupakan Hasil kajian Manhaj Haroki (Pedoman Pergerakan Islam) oleh Ust. Nuruzzaaman (16 Mei 2013)

 

Khalifah fil ardh. #1

Oleh: Arynazzakka*

@elangGROUP

Sebagai seorang  Muslim, yang mendapat amanah sebagai khalifah fil ardh, pemimpin di muka bumi ini harus dapat menggabungkan seluruh potensi yang ada. Apalagi seorang #MuslimNegarawan, potensi politik dan ekonomi merupakan bagian tak terpisahkan. Ia bagai keping mata uang, yang memiliki dua sisi tak terpisahkan.

Jaulah wirausaha bersama #Tim Ekonomi KAMMI Daerah Bogor ke #Elang Gumilang (17/5/2013) sosok bersahaja, low profile, bisa saya sebut sebagai patron pengusaha muda muslim. Di tengah kesibukannya, beliau masih saja menyempatkan waktu untuk meladeni kita yang notabene tidak ada untungnya jika ditilik dari keuntungan bisnis. Tapi, pesan beliau bahwa bisnis itu bukan hanya tentang bagaimana menghasilkan uang, bisnis adalah tentang apa yang kita persembahkan untuk Allah dan bermanfaat untuk orang lain. Jika kita hanya menilik bisnis dari untung-rugi, kalau rugi bisa jadi membuat kita kufur. Namun, bila bisnis kita persembahkan untuk Allah, maka untung atau rugi, tetap itu kita persembahkan untuk Allah. Innamal amalu bin niyyat. –sesungguhnya amal itu tergantung dari niatnya.

Berbicara mengenai bisnis, beliau sampaikan bahwa bisnis itu tentang Risk (kalau dalam bahasa inggris berarti risiko). Namun sesungguhnya, Risk itu berasal dari kata Rizki (arti: Rezeki, dalam bahasa Arab). Artinya, siapa ingin Rizki yang besar atau banyak, maka ia harus berani menanggung Risk/ risiko yang tinggi.

Bisnis itu tentang Risk. Siapa berani menanggung Risk yang tinggi, insyaAllah Rizki juga besar

Ada seorang bertanya, “apa yang harus kita lakukan saat muda ini, sementara kita sebagai mahasiswa yang menjalani proses pendidikan menuju profesi kita dan minat wirausaha kita sangat tinggi, apakah kita jalani saja aneka macam jenis usaha sesuai peluang dan sebagai ajang pelatihan kita atau kita memang benar-benar harus menyusun bisnis dari awal sesuai yang kita tuju nanti (sesuai profesi)?” dengan tenang beliau jawab, “setelah berusaha, minta petunjuk dari Allah, sholat istikharah, karena sholat istikharah bukan hanya untuk jodoh, atau untuk ujian saja. Usaha pun perlu, agar kita ditunjuki-Nya. insyaAllah jika kita sesuai jalur-Nya, kita akan dibimbing oleh-Nya”.

“….karena sholat istikharah bukan hanya untuk jodoh, atau untuk ujian saja. Usaha pun perlu, agar kita ditunjuki-Nya…”

Ketika kita berbicara tentang bisnis, tidak bisa dipungkiri, pengusaha Muslim Indonesia sangat sedikit sehingga sektor ekonomi belum dapat dijadikan sarana untuk kemashlahatan ummat. “bisnis adalah tentang dakwah” ujar beliau. Bagaimana tidak, bisnis sebagai alat dakwah, membudayakan budaya-budaya Islam, seperti contoh ketika waktu Sholat, kita sebagai pimpinan bisnis mengajak seluruh karyawan laki-laki untuk sholat berjamaah tanpa kecuali. beliau sambil menunjuk Televisi yang tergantung di dinding menyampaikan bahwa kapan lagi kita bisa memanfaatkan media untuk kebaikan, isinya ayat-ayat tausiyah, bukannya telenovela atau tontonan-tontonan lain.

#Elang Gumilang, pemuda yang tinggi motivasi, semangat, dan kinerjanya. Beliau juga aktif, dalam upaya meningkatkan kapasitas dirinya, baik di bidang tembak-menembak, memanah, berkuda. Bahkan beliau tawarkan kepada kita –kader KAMMI, siapapun yang berminat latihan kuda, dengan senang hati beliau wakafkan dua kudanya berikut track lintasan kudanya (yang akan dibangun dibelakang kantornya) untuk ummat. Lumayan buat kita yang senang dan ingin meningkatkan kemampuan berkuda. Beliau juga sampaikan bahwa beliau siap menjadi #mentorBisnis rutin untuk kelompok-kelompok #Mastermind bisnis KAMMI. Berminat? Beliau hanya menanti keistiqomahan kita.

Sebagai catatan: saat ini, #Elang Gumilang sedang mengikuti kuliah Pasca Sarjana di STEI TAZKIA. Beliau berniat membuat Tesis tentang sosok pebisnis-ulama dari Saudi Arabia yang mengembangkan bisnis Bank Syariah (tentunya dengan penerapan yang benar-benar syar’i). Sebelumnya, beliau telah diterima di #HARVARD Bussines School, namun beliau tidak jadi mengambilnya. Beliau berniat menimba ilmu di Madinah tahun depan. Kita doakan. Dan kita juga berdoa untuk kesuksesan kita. Aamiin.

Mari jadi generasi Islam yang Mandiri, kuat secara ekonomi, bagaimanapun variasinya profesi yang akan kita jalani kelak. #SalamPengusahaMuslim.

*: Arynazzakka, mantan ketua BEM AKA 2012-2013. Sangat tertarik di bidang #kemandirian (bisnis), selain Politik-Teknologi-Sains dan Pemikiran. Ahli Teknik Kimia Spesialisasi Persenjataan 2022. Bercita-cita menjadi Menteri Penerapan Teknologi 2049.