Pemimpin dan fungsi sosial

seri Khalifah fil ardh #3

teens-social-networking

Oleh: Arynazzakka*

Dalam sejarah, hampir tujuh ratus tahun umat islam dipimpin jazirah arab. Enam ratus tahun kemudian, kepemimpinan pindah kepada khilafah islamiyah dan sudah sembilan puluh tahun ini khilafah runtuh, artinya belum ada pemimpin pemersatu umat. Kepemimpinan berawal di tengah, kemudian bergerak ke barat dan sekarang yang kita nanti, tidak mustahil kepemimpinan akan bergerak ke timur. Dan indonesia memiliki peluang yang besar untuk itu.

Mari kita lihat karakter keindonesiaan kita. Yang paling mudah terlihat ketika kita sholat. Cenderung, ketika kita sholat memilih jamaah sendiri-sendiri. Bahkan seringkali malahan melakukan sholat secara sendiri, daripada bergabung dengan jamaah yang sudah ada. Nafsi-nafsi, itulah karakter kita. Dan juga, ketika kita ingin memulai sholat, cenderung enggan untuk menjadi imam dan malahan kita saling mengajukan orang lain. Namun ternyata, ketika orang yang telah ditunjuk tadi memimpin sholat, kadang kala bacaannya jadi ga karuan dan kita protes dalam hati. Mengambil pelajaran mengenai karakter kita ketika sholat, kita menyimpulkan bahwa pada dasarnya karakter indonesia kita adalah individual (nafsi-nafsi), namun ketika ada seorang yang maju memimpin, sebagian besar kita menerimanya dan senang hati kita menjadi ma’mum (pengikut).

“karakter kita memang individual, namun kita juga siap untuk mentaati pemimpin”

Lantas pertanyaannya, bagaimanakah karakter seorang pemimpin? Karakter seorang pemimpin ialah dia yang menyiapkan dirinya sebaik mungkin, sehingga layak memimpin. Ia memiliki prinsip dasar bahwa sejatinya kepemimpinan akan lebih memberi maslahat ketika dipimpin oleh orang-orang yang mampu memimpin (capable) dan tugas kita semua adalah berlomba untuk memiliki kualitas seorang pemimpin. Maka kita harus persiapkan diri sebaik mungkin.

Kondisi yang menjerat kemajuan kita adalah terjebaknya kita dalam rutinitas. Dalam keadaan ini, maka perlulah pikiran-pikiran yang meloncat-loncat dan kreativitas. Namun, tujuan mulia harus memiliki cara tempuh yang muliah pula. Maka, kita harus menjadi patron. Maka kita harus menjadi teladan. Maka kita harus menjadi orang yang dapat dipercaya. Al-amin, dan usahakan kita mengasah diri kita untuk menjadi orang yang mampu dipercaya –oleh banyak orang.

“kondisi yang menjebak bernama RUTINITAS…”

Konsepsi islam merupakan konsepsi yang baik –bahkan terbaik. Namun seringkali pemeluknyalah yang menjadikan citra islam menjadi buruk, karena adanya laku tindakan dengan konsepsi islam yang diyakini. “cahaya islam tertutupi sebagian perilaku umatnya”. Maka kita harus menyadari kita adalah bagian dari citra islam sehingga konsepsi islam yang ada harus kita manifestasikan dalam laku tindakan.

“sangat dicintai Allah orang-orang yang berbuat baik pada orang lain”

Seorang pemimpin adalah mereka yang bersabar karena orang besar adalah orang yang sabar. Sebagai teladan, Rasul Muhammad ketika beliau menyeru pada orang-orang Thaif, malahan dilempari batu. Namun, bukanlah seorang pemimpin yang membalas keburukan dengan keburukan yang setimpal. Bagai pohon mangga yang apabila dilempar dengan batu, malahan pohon itu membalasnya dengan mangga, Rasul pun mendoakan mereka, “Ya Allah, semoga ada anak cucu diantara mereka ada yang menerima Risalahku”. Betapa sabar, betapa pikiran Rasul memiliki jangkauan yang luas. Padahal saat itu, malaikat sangat geram dan menawarkan kepada rasul untuk menimpah penduduk Thaif dengan gunung. “sesungguhnya, mereka adalah orang yang tidak mengetahui”. Begitulah sifat seorang pemimpin.

“menyeru dengan memberi kefahaman, menyadarkan dengan santun, menyadarkan sampai kesadaran muncul dari diri sendiri, bukan karena suatu paksaan”

Potensi filantropi indonesia besar. Dari berbagai perbedaan yang ada, banyak persamaan-persamaan yang dapat dijadikan kekuatan besar sehingga alangkah lebih baiknya jika kita menyatukan persamaan-persamaan yang ada dari pada sibuk memperdebatkan perbedaan-perbedaan yang jumlahnya kecil –dan seharusnya tidak perlu diperdebatkan.

*: Arynazzakka, mantan ketua BEM AKA 2012-2013. Sangat tertarik di bidang #kepemimpinan, selain Politik-Teknologi-Sains dan Pemikiran. Ahli Teknik Kimia Spesialisasi Persenjataan 2022. Bercita-cita menjadi Menteri Penerapan Teknologi 2039.

Tulisan ini terinspirasi dari Kuliah Umum Menteri Sosial RI 2009-2014 dalam rangkaian agenda Muktamar VIII KAMMI 2013 @Universitas Terbuka Convention Center.

 

One thought on “Pemimpin dan fungsi sosial

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s