Tentang seminar PKL (24/9)

sampah pemikiran mahasiswa

Selalu ada tantangan dalam hidup., dan ini sangat menyenangkan. Seminar kemaren (24/9) yang merupakan proses akhir diri menuju kelulusan padahal diri masih ingin jadi mahasiswa.

Tentang PKL, kadang kita berfikir bahwa apa yang nantinya kita kerjakan HARUS benar. Kadang juga kita bingung menghadapi realita perusahaan atau instansi tempat PKL menerapkan metode yang sangat berbeda dengan yang diajarkan ketika kuliah. Bahkan tidak jarang memiliki metode modifikasi dengan standar keberterimaan yang telah ditetapkan sendiri pula. Jangan bingung, intisari kita PKL adalah mengerjakan apa adanya, dan laporkan sesuai data yang kita peroleh. Mengenai perbedaan, jikalau perlu hanya kita tambahkan saran. Cukup. Tidak perlu pusing.

“PKL=kerjakan apa adanya, laporkan apa adanya”

Selama masa PKL sampai dengan persiapan seminar, saya mendapat pelajaran betapa pentingnya ternyata komunikasi antarpersonal. Bisa jadi sebagian besar dari kita yang punya IP pas-pasan atau bahkan minder dengan kemampuan diri merasa malu-malu –atau takut untuk menghadapi pembimbing dari instansi atau perusahaan. Ingat, dengan komunikasi yang baik dan jujur berbagai hambatan seolah selalu ada jalan. Sikap kita akan lebih diperhatikan daripada apa yang kita kerjakan. Diri kita akan memiliki ‘nilai jual’ lebih pada kemampuan kita belajar dan mempelajari sehingga mampu memecahkan masalah yang ada. Semuanya adalah belajar.

Terimakasih kepada pembimbing SEAMEO BIOTROP –ibu Santi dan pembimbing AKA bapak Zakaria yang telah menyetujui pengambilan judul Verifikasi Unjuk Kerja (VUK) Instrumen. Sebenarnya juga judul ini tidak sengaja didapat. Karena awal “ingin beda”, dan ternyata cocok bahwa pengerjaan VUK sangat jarang dikerjakan (lepas kontrol) karena menganggap ketika sudah dilakukan kalibrasi di awal seakan tidak perlu dilakukan VUK secara berkala. BIOTROP menjadi tempat yang bagus buat kita yang ingin tahu lebih dalam instrumen. Oprek-oprek sampai copot perangkat instrumen dipersilakan –asal jangan sembrono.

seameo

Balik kepada seminar, utamanya seminar sekaligus TA  saya tujukan sebagai pengkayaan referensi AKA. Apalagi mulai angkatan 2011 ternyata ada mata kuliah Verifikasi Unjuk Kerja (meskipun sebenarnya bisa dimasukkan dalam bab Kalibrasi dan perawatan instrumen).

Untuk persiapannya, luar biasa lembur –bukan TA atau slide, tapi untuk menyelesaikan buku. Apalagi waktu mikir souvenir apa yang akan diberi untuk penguji dan pembimbing saat seminar. Harus beda, pokoknya. Walah. Sebenarnya sudah direncanakan sejak setahun lalu ingin launching buku buatan sendiri yang isinya pemikiran pribadi tentang AKA, organisasi, dan cara pandang terhadap hidup. Alhamdulillah terealiasasi. Untuk persiapan yang satu ini, saya berterimakasih pada sahabat saya, ILHAM, dari mulai beli kue, fotokopi sampai jilid buku. Luar biasa memang orang yang satu ini –mau diajak diskusi kiri-kanan ayo, mau diajak kemanapun juga mau.  Maaf kalau tidak bisa berbuat apa-apa saat persiapan seminar antum.

Tentang buku yang jadi souvenir, sebenarnya ingin cetak banyak –sekitar 15, namun karena keterbatasan waktu pengerjaan, jadinya hanya 3 yang dibagi. insyaAllah akan diusahakan dicetak lagi, dan juga dibagi versi PDF nya.

Terimakasih pada kawan-kawan yang telah hadir menyempatkan waktunya dikala dalam kesibukan, angkatan 2010, Density, organisator/aktivis IMAKA, kos reptil, angkatan 2011 (atau ada juga angkatan 2012 dan 2013?). Mendengar presentasi yang lumayan lama (kata penguji), tanya jawab yang searah (forum kebanyakan terdiam dan ternyenyak, karena ada AC). Pokoknya terimakasih semuanya. Juga tak lupa pada Bapak dan Ibu yang turut mendoakan “jagoannya” yang satu ini. He.he.he. Mohon maaf untuk yang tidak mendapat info sehingga tidak bisa datang di seminar, masih ada wisuda yang dapat kita rencanakan. Apa yang ingin kita perbuat di wisuda?

Lancar untuk kawanku semuanya, yang telah bersidang dan lulus, yang masih masuk dalam daftar tunggu seminar, yang masih bergulat dengan organisasi kampus dan pembelajaran di AKA, pengkaderan dan pembinaan diri sendiri, dan lainnya. Patut bersyukur bagi kita yang masih berstatus mahasiswa dan merasakan aura kemahasiswaan.

Semoga kala kita telah lulus nanti, masih mampu mempertahankan idealisme yang telah kita bina dan tidak terlena dengan materi, fulus, atau uang. Kalau saat mahasiswa mungkin saja kita tidak ada uang namun punya waktu, jangan sampai setelah bekerja kita punya uang dan kehilangan waktu. Penghasilan yang kita peroleh sejatinya sangat bermacam-macam, dan yang paling mahal adalah investasi ilmu. Terus bina diri.

Dan akhirnya beberapa mimpi tertulis tercoret. Tinggal mengejar beberapa yang lain sambil terus membina diri. Dan pada nantinya, saya menantang kamu semua untuk berhimpun dalam kebaikan dan menegakkan kebenaran, entah dalam wadah apa. Ada ide?

Hormat saya, Arynazzakka*

*)saat ini menjadi pengajar di JIBBS (Jakarta Islamic Boys Boarding School), masih dan akan terus berorganisasi, jalan hidup akan membawanya pada dua pilihan akademis: teknik kimia dan ilmu hukum dan pemerintahan. HIDUP MAHASISWA!!

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s