Hadiah untukmu

1 Muharrom. Tahun Baru Islam. Alhamdulillah, akhirnya terbit juga buku “Sampah Pemikiran Mahasiswa” edisi PDF atau softcopy. Semoga bisa menjadi secuil inspirasi kesadaran diri, gerakan, dan juga komitmen akan pejuangan hidup.

SAMPAH PEMIKIRAN MAHASISWA (klik untuk download)

sampah pemikiran mahasiswa

DAFTAR ISI:

Kepadamu pemikiran ini kusampaikan.....................   1
Pembelajar seumur hidup.........................................    2
AKA: apa yang kita perjuangkan.............................     6
Tugas ini menantimu:...............................................    12
  • Dilema pendidikan vokasi Indonesia……………     15
  • Analis betapa bodohnya kita……………………….    20
  • Kebangkitan gerakan mahasiswa perindustrian   25
Serial kepemimpinan:
  • Khalifah fil ardh: #1……………………………………     27
  • Khalifah fil ardh: #2…………………………………..     34
  • Khalifah fil ardh: #3……………………………………     37
Sebuah upaya menumbuhkan kesadaran mahasiswa  41
Diagram aktivis mahasiswa.......................................     47
Platform mahasiswa AKA........................................     50
Yang berserakan:
  • Membangun motivasi pemuda dan karakter
Keindonesiaan.................................................      53
  • Perempuan: pendidik sejati generasi penerus
Bangsa..............................................................       57
  • Perkembangan Analisis Kimia dan
Perbandingan Mahasiswa Diploma Analis dan
SMK................................................................        63
  • Hubungan mahasiswa-direktorat AKA………      67
  • Satu Minggu Efektif………………………………….       72
  • Prosedur kerja: antara contekan dan keharusan
  • Dosa mahasiswa
  • Cerita bodoh organisasi mahasiswa
  • Membumilah……………………………………………      90
  • Pedoman Pengenalan Kampus AKA…………..     96
  • Daulat Mahasiswa……………………………………….   102
  • Budi Oetomo: Pelopor Kebangkitan Nasional?  107
  • Mahasiswa dan pembinaan diri………………………. 112
  • Etika Profesi Analis Kimia…………………………….. 119
Sumpah Mahasiswa Indonesia.................................    122
Inilah medan yang sebenarnya.................................   123
Ini Mimipiku kawan.................................................    128
Tentang Penulis.......................................................      134

 

Semoga Allah selalu membimbing kita dalam hidup. Karena Hidup adalah tentang Kebermanfaatan.

Arynazzakka.

Membangun gerbong massa KAMMI Bogor

 “aku bicara tentang gerakan, mana mungkin aku sendirian” _Wiji Thukul

tak gentar melawanBerbicara tentang gerakan, aktivis gerakan bukanlah yang menyelesaikan permasalahan seorang diri. Sama dengan esensi kepemimpinan, seorang pemimpin yang baik adalah yang berusahan menggerakkan seluruh masyarakat untuk mengetahui masalah dan berusaha memecahkan bersama. Maka dari itu, pemimpin adalah sumber inspirasi untuk bergerak.

Begitupun dengan KAMMI. Aktivis yang telah berhimpun di KAMMI bukanlah orang-orang yang berambisi menyelesaikan permasalahan seorang diri (dalam hal ini juga termasuk KAMMI yang menyelesaikan permasalahan seorang diri). Namun, gerakan yang dibangun KAMMI haruslah menjadi inspirasi masyarakat sekitar, baik tokoh politik, tokoh agama, gerakan mahasiswa intra dan ekstra kampus lain, pelajar, dan juga pegawai pemerintahan untuk turut memperjuangkan apa yang diperjuangkan oleh KAMMI. Disinilah pentingnya KAMMI membangun gerbong massa sehingga sikap-sikap yang dikeluarkan oleh KAMMI mendapat dukungan yang luas dari masyarakat. Bahkan, jikapun sampai perlu aksi massa turun ke jalan, aksi KAMMI membawa gerbong massa lain. KAMMI menjadi inspirasi gerakan bagi yang lainnya.

KAMMI Bogor sebagai inspirasi gerakan masyarakat Bogor.

 

Ka. Dept. Kebijakan Publik KAMMI Bogor 2013-2015

apa tugas gerakan mahasiswa bernama KAMMI?

Logo BOgor kotaDinamika politik Bogor semakin lama akan mencapai puncaknya hingga 2014. Berpaling sejenak dari isu permasalahan nasional, KAMMI Bogor yang telah memiliki walikota terpilih bersiap mengawal segala tawaran konsep perbaikan kota Bogor.

Masalah yang sedang santer terlontar di Bogor adalah liarnya perizinan bangunan. Kita mengetahui Amaroossa yang merusak pemandangan tugu kujang, makin maraknya mall, dan yang terakhir adalah sengketa terkait “optimalisasi” terminal Baranang Siang. Sebagai aktivis gerakan, tuntutan gerakan membimbing kita menolak segala bentuk kebijakan pemkot Bogor yang melanggar tata ruang yang melanggar perda (sesuai rencana tata ruang kota Bogor 2031).

Sebagian besar dari kita sebagai kader KAMMI mungkin saja prihatin dan ingin bergerak jika mengetahui hal tersebut di atas. Namun, menyikapi permasalahan di atas, seringkali eksekusi isu cenderung hanya dimiliki (atau diminati) kaum elit pengurus KAMMI. Beberapa diantaranya karena adanya ketabuan gerakan dalam menafsirkan “transaksi gerakan” yang bersifat pragmatis, ataupun pertimbangan efiensi waktu eksekusi. Akibat hal ini, maka seringkali –sekali lagi, eksekusi hanya dimiliki kaum elit pengurus. Hal ini dapat menimbulkan gap atau jurang pemisah pencerdasan mengenai “bagaimana” gerakan dijalankan.

Maka kemudian, tugas gerakan KAMMI bukan sekedar sukses melakukan eksekusi gerakan dan tepat sasaran isu yang telah menjadi target utama. Membuat kader secara merata mengetahui bagaimana gerakan dijalankan, menggerakkan kader untuk turut bersama melakukan eksekusi persiapan dari pelaksanaan isu, termasuk mencari bahan (bisa berupa silaturahmi atau audiensi dengan orang atau kelompok kepentingan) adalah tugas wajib KAMMI sebagai pengejawantahan pengkaderan. Hal ini dengan catatan, harus ada tranparasi hasil apa saja yang diperoleh dalam silaturahmi/audiensi berupa pemberitahuan kepada kepala departemen terkait atau ketua umum sehingga dapat diketahui oleh semua kader –terkecuali hal-hal yang memang pada dasarnya boleh diketahui kader dengan kualifikasi tertentu.

Kader KAMMI harus dekat dengan semua pemangku kepentingan di Bogor, sehingga “jaringan politik” KAMMI tidak hanya dimiliki oleh elit pengurus saja karena dapat berpotensi adanya manuver personal. Semoga tidak terjadi.

Kepala Departemen Kebijakan Publik PD KAMMI Bogor 2013-2015