Rentang

Gambar

Kehidupan pasang surut. Atau orang-orang sering mengumpamakannya dengan roda kehidupan yang berputar, kadang di bawah, kadang di atas. Dan yang perlu kita lakukan adalah berputar bersamanya. Apa maknanya?

Seperti kita tahu, setiap manusia yang hidup selalu menjalani takdir yang berbeda. Ada yang semenjak lahir dikelilingi harta yang melimpah. Ada yang serba kekurangan. Ada yang semenjak kecilnya dididik berdisiplin, ada juga yang selalu dimanja. Hal ini juga berlaku pada sifat-sifat manusia yang lain: dari egois sampai dengan peduli, dari pemarah sampai dengan tiada memiliki amarah sama sekali, dari yang senang bercanda sampai dengan suka ketawa. Semua adalah rentang sifat manusia.

Dari rentang sifat tersebut, dalam sebuah pengajian saya begitu kaget sekaligus tertarik ketika narasumber ketika menjelaskan tentang semangat hidup, beliau begitu semangat berapi-api, lantas tiba-tiba ketika alur cerita menuju pada sebuah tragedi, narasumberpun sampai menangis menjelaskan cerita. Tak berlalu begitu lama, dari kondisi menangis narasumberpun sumringah, sampai dengan tertawa karena peserta kajian memberikan pernyataan yang lucu untuk mencairkan suasana. Dalam kondisi lain, kita juga jumpai orang yang ketika melihat kesalahan langsung bertindak tegas sekaligus bijak menasehati, sementara di kesempatan yang lain ternyata suka bercanda dan membuat orang disekitarnya tertawa. Lantas, apa perlu kita pelajari?

Mungkin kini, kita memiliki semua sifat tersebut. Tegas. Dapat bercanda. Melankolis. Ataupun lainnya. Tapi cerita di atas memberi tahu pada kita bahwa segala sifat yang ada pada kita adalah tentang bagaimana kita menggunakannya pada saat yang tepat. Bisa saja kita beralasan “Tapi karakter saya sudah begini dari dulu, tidak bisa serius”. Maka, Inilah tantangannya. Kita sedang dalam tahap belajar. Semua rentang emosi perlu kita kuasai dan ekspresikan pada saat yang tepat.

Selain itu, kita juga tidak perlu takut dengan segala kondisi kehidupan yang sedang kita alami. Misalnya kita sedang mengalami kesulitan keuangan. Kita hanya perlu belajar bagaimana tetap tenang dan bersyukur menghadapi kondisi tersebut, kemudian berusaha bangkit. Begitupun ketika mental kita down, kita hanya perlu belajar tetap tenang akan kondisi tersebut.

kita hanya perlu tetap tenang dan bersyukur pada setiap kondisi…

Dengan tenangnya kita terhadap segala kondisi “kritis” yang sedang kita alami, kita menjadi tidak lepas kendali ketika kondisi kita baik. Celaan tidak akan menghentikan langkah atau cita-cita kita. Pujian juga tidak membuat kita terbuai. Begitupun kekayaan tak akan membuat kita sombong, dan kesulitan keuangan tak membuat kita minder.

Jadi pada intinya…

Setiap kondisi yang dialami manusia adalah pelajaran untuk merasakan seluruh rentang keadaan , baik pada tingkat kritis atau terendah sampai pada tingkat tertinggi. Misi hidup harus tetap terlaksana dan dilaksanakan bagaimana kondisi dan keadaan yang sedang menimpa

Iklan

MEMETAKAN KEPENTINGAN

Kita yang menempati posisi tertentu dalam suatu kepengurusan wajib memetakan kepentingan kita. Memetakan kepentingan berarti membuat target jaringan terhadap pemangku kepentingan sesuai dengan bidang yang kita tempati. Sebagai contoh, apabila kita berada pada bidang sosial, maka seluruh pemangku kepentingan bidang sosial harus dekat dengan kita dan menjadi jaringan organisasi kita sehingga kita dapat berinteraksi secara intens.