Interdependence, kesalingtergantungan

Independence, Kemandirian yang kini kita puji

Kemandirian adalah suatu kata yang menarik bagi siapapun. Bagi pemuda yang baru saja lulus kuliah, bagi organisasi yang sering anggotanya sering bertikai mengenai sikap organisasi, ataupun dalam wacana kebangsaan sebagai persepsi sebuah “keunggulan” ataupun kesejajaran dengan bangsa lain: kemandirian bangsa.

Bai seorang pemuda yang baru saja lulus kuliah, pilihan kemandirian biasa akan mengacu pada kemampuan diri untuk memiliki usaha sendiri sehingga juga mampu membuka lowongan pekerjaan, bukan mencari lowongan pekerjaan.

Bagi organisasi, kemandirian biasanya diukur dari upaya menentukan sikap dan arah organisasi tanpa dipengaruhi pihak manapun yang bukan berasal dari anggota organisasi (internal organisasi) sendiri. Kemandirian dilihat berdasarkan agenda-agenda yang dibuat dan diselenggarakan secara sendiri yang menunjukkan jati diri organisasi (atau simbol organisasi).

Bagi bangsa, kemandirian biasanya diidentikkan dengan kemampuan bangsa sendiri untuk memenuhi kebutuhannya sendiri, dan hal-hal lain yang dibutuhkan dengan catatan: dikerjakan sendiri, selain juga penentuan sikap dan masa depan bangsa yang tidak mau dicampuri oleh “asing”.

Kemandirian, sebagai ekspresi dari “kemerdekaan” lantas mendapatkan tempat yang tinggi dalam persepsi kita. Seakan kemandirian adalah tujuan tertinggi, seakan kemandirian adalah bentuk utama dari sebuah perlawanan terhadap ketergantungan.

Bukankah kemandirian yang demikian adalah sebuah sikap yang reaktif? Sikap yang merupakan reaksi dari sebuah perlawanan terhadap ketergantungan? Lantas, sikap apalagi yang seharusnya kita miliki dan kita jadikan landasan efektif dalam pencapaian sebuah tujuan?

Interdependence, kesalingtergantungan yang sering kita abaikan

Secara umum usaha manusia memang diarahkan dari ketergantungan menuju kemandirian. Maka, setiap manusia yang lahir dan berusaha mencapai cita-citanya berusaha melepaskan diri dari ketergantungan-ketergantungan yang membelenggu hidupnya.

…..bersambung (dulu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s