Titik temu diantara kita

Persamaan dan perbedaan, sebuah hal yang berpasangan seperti laki-laki dan perempuan. Persamaan dan perbedaan adalah suatu kepastian. Maka dalam firman-Nya, Allah menyebut bahwa perbedaan adalah suatu rahmat bagi umat manusia.

Organisasi memiliki tujuan-tujuan tertentu yang akan dicapai. Para anggotanya adalah orang-orang yang sepakat dengan tujuan-tujuan tersebut karena merupakan bagian dari cita-cita hidupnya, atau mereka adalah orang-orang yang terinspirasi, memandang bahwa tujuan organisasi tempat ia setuju untuk menjadi anggotanya memang patut diperjuangkan dan dicapai.

Semua anggota dalam organisasi dipastikan memiliki cita-cita hidup yang berbeda, meski tidak menutup kemungkinan adanya kesamaan. Salah satu kesamaan itulah yang merupakan alasan mereka bergabung dalam organisasi yang sama.

Dalam mencapai tujuannya, organisasi melalui berbagai proses yang dijalankan para angotanya, tentunya akan berakhir pada cara-cara mencapai tujuan. Adapun pandangan setiap anggota terkait dengan cara-cara mencapai tujuan adalah berbeda-beda. Dengan musyawarahlah akan dipilih pendapat yang terbaik yang akan disepakati oleh seluruh anggotanya agar menjalankan dengan cara-cara sesuai dengan hasil musyawarah itu.

Pada akhirnya, tolok ukur keberhasilan anggota dalam menjalani organisasi adalah pada hasilnya. Di sela-sela proses untuk menjalankan tindakan-tindakan yang diyakini semakin mendekatkan organisasi pada tujuannya, seringkali terjadi suatu dinamika. Dinamika ini terjadi karena banyak hal, mulai dari cara pandang tentang organisasi itu sendiri yang bersifat penting sampai pada yang tidak penting.

Maka, akan ada hal-hal yang penting untuk dibahas dan tidak penting untuk dibahas (dalam hal ini adalah konteksnya prioritas). Maka, adalah sebuah kesalahan apabila justru karena adanya potensi perbedaan diantara para anggota, pembahasan yang ada dif dalam organisasi adalah hal-hal yang tidak mendesak atau pun penting yang dengannya malahan tidak mendekatkan organisasi pada tujuannya.

Terhadap hal itu, maka kita perlu sebuah prinsip, yakni perlunya kita mencari titik temu atau persamaan lebih banyak.

Mencari titik temu atau persamaan lebih banyak bukan berarti tidak mengakui perbedaan ataupun bukan berarti tidak membuka ruang diskursus terkait hal-hal yang dapat diperdebatkan. Dialektika tetap berjalan, namun tugas utama berupa kerjasama untuk sebuah pencapaian tujuan organisasi haruslah tetap dilaksanakan.

Hal ini perlu ditegaskan kembali, karena seringkali konflik antar personal atau antar kubu dalam satu organisasi justru sering menimbulkan perdebatan panjang yang lebih dekat pada kesia-siaan karena tugas utama berupa pembagian kerja awal dalam upaya pencapaian tujuan tidak dilaksanakan. Sekali lagi, ini celakanya.

Maka adalah penting untuk mencari titik temu diantara kita, jauh melebihi mencari-cari titik perbedaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s