Kesediaan untuk memulai

logo LabOr

Suatu kali saya ingin menerbitkan sebuah media mass berupa Koran bertemakan mahasiswa sebagai subjek dan masyarakat Indonesia sebagai pokok bahasan. Media itu rencananya bernama Koran Mahasiswa yang mengambil inspirasi persis dengan media mingguan KAMI “Mahasiswa Indonesia”, satu-satunya media hasil kelolaan mahasiswa yang bisa dibilang dikelola secara “serius” dan memiliki kekuatan dan posisi tawar yang cukup tinggi di pemerintah Indonesia.

Saya ingin mencari percetakan. Bersama seorang kawan bernama Berry, ketemulah tempat percetakan yang bersedia mencetak media massa saya tersebut di suatu tempat di Bogor. Berry yang memiliki teman kuliah (yang kini telah lulus) ternyata memiliki usaha yang sama, yakni percetakan. Uniknya, tempat percetakan itulah tempat temannya belajar membuat usaha yang serupa. Kabar baiknya, mereka tidak berkeberatan membagi “rahasia dapur” usahanya kepada beberapa anak muda yang berniat “menduplikasi usaha serupa” yang bisa jadi di masa depan akan dapat merebut pelanggannya (atau menjadi saingannya).

Ditanya mengenai alasan kesediaan membagi rahasia dapurnya, pemiliknya pun berbicara santai (kira-kira begini), “saya dulunya juga seperti kamu. Dan saya suka apabila ada pemuda yang memiliki semangat dan usaha yang sama. Saya tidak perlu khawatir apabila nanti usahamu sudah besar, atau banyaknya usaha serupa, atau bahkan karyawan yang pindah, karena saya punya banyak tunas. Dan tunas itu banyak dari sekolah”.

**

Ada beberapa kata kunci yang dapat kami ambil dari pernyataan di atas. Pemuda, tunas, keseriusan. Begini kami menjabarkan: bahwa segala usaha apapun baik yang hanya bermotif ekonomi, atau ditambah motif lain seperti social, politik, pemuda selalu memiliki potensi yang lebih besar apabila mau memulainya dengan segera dan keseriusan. Dan kunci kontinuitas atau keberlangsungan usaha yang telah dibangunnya itu adalah selalu memiliki stok (tunas) dari lembaga pendidikan karena ini akan menjamin keberlangsungan usaha yang telah dibangun.

**

Lantas dari cerita di atas, kemana saya akan membawa pembicaraan?

Kawan. Kita sebagai alumni AKA Bogor terbagi dalam dua segmen, yakni Regular dan TPL. Regular dalam hal ini objeknya adalah industry besar atau universitas sedangkan TPL adalah IKM. Pekerjaan yang dilakoni Regular secara umum memang menjadi Buruh sedangkan TPL pada awalnya sebagai pegawai yang diharapkan menjadi wirausahawan.

Regular dan Buruh. Saya melihat potensinya ada di kekuatan jumlah massa. Bukan untuk mendemo, melancarkan tuntutan-tuntutan layaknya gerakan buruh pada umumnya. Saya melihat potensinya pada kecakapan/keterampilan yang dimiliki dalam menunjang berjalannya industry. Kecakapan/keterampilan tersebut sebenarnya merupakan ilmu yang mahal. Maka, sayang sekali apabila tidak dibagi, apalagi pengumpulan kekuatan hanya diarahkan pada aksi massa demonstrasi yang terkadang hanya dimanfaatkan para petinggi organisasi buruh untuk kepentingan pribadinya.

Secara sederhana, alumni AKA yang rata-rata menjadi analis kimia di indutri seharusnya dapat mencatat kegiatan hariannya dan memformulasikannya menjadi serangkaian ilmu. Apalagi, tempat bekerja yang beragam yakni bidang polimer, tambang, oil n gas, lingkungan, food and bavarages, farmasi, dll akan menjadi ilmu yang bermanfaat dan dapat dikonversi menjadi ladang penghasilan apabila diorganisir dengan baik. Sayangnya, belum ada yang serius melakukannnya.

TPL dan IKM. Saya melihat potensinya karena jaringan IKM tersebar di seluruh Indonesia. IKM yang tersebar itu seharusnya mampu memperluas jangkauan pasar tiap IKM daerah yang biasanya jangkauannya hanya di daerahnya sendiri. Sebagai contoh acara INACRAFT yang tiap tahun diadakan oleh beberapa kementrian. Pada suatu saat, apabila IKM ini diorganisir dengan baik, maka akan mampu mengadakan acara serupa INACRAFT sendiri dengan tempat yang bisa bergantian antar daerah.

**

Saya sudahi dulu karena memang tujuan awal tulisan saya ini memberi gambaran awal. Apabila ada keseriusan mewujudkan, maka selalu akan ada jalan. Disinilah saya memulai. Berniat ikut berpartisipasi?

***bersambung***

Oleh: Arynazzakka, AKA 2010-2013

ttd zakka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s