Bila Cinta

Bila Cinta

Ajari aku menggunakan pena

Akan kutulis gemercik air

Udara dingin

Kabut senja sampai daun gugur

***

Bila cinta

Ketika seorang anak manusia memilikii cinta kepada seseorang

Yang merasakan cinta tidak hanya hatinya

Tapi seluruh tubuh dan jiwanya

Hatinya akan meneruskan perasaan itu ke tangannya

Membuatnya selalu berupaya membantu memudahkan setiap urusan hidupnya

Hatinya akan meneruskan perasaan itu ke kakinya

Dan membuatnya bersedia berjalan beriringan dengan orang yang dicintai

Tidak berlari tidak juga terlalu lambat

Hatinya akan meneruskan perasaan itu ke matanya

Hingga tidak lagi fisik menjadi peyebab hilangnya cinta

Seseorang menjadi tampak mempesona

Dan mata yang selalu memandang dengan aman dan melindungi, tidak hanya nyaman

Bukankah pernah kamu temui tatapan mata yang merenggut dan menelanjangi dirimu

Membuattmu takut dan berusaha berlari

Ketika seorang anak manusia memiliki cinta

Maka hatinya akan meneruskan perasaan itu ke seluruh sendinya

Membuat seluruh manusia menjadi lebih ringan dan nyaman dalam menjalani hidupnya yang berat

Hatinya akan meneruskan perasaan itu ke pikirannya

Menjadikannya berifikir lebih jernih dan bijaksana

***

Hanya saja jika tidak berhati-hati, tidak hanya cinta yang jatuh

Tapi juga seluruh bagian diri yang ikut merasakannya

Tidak hanya cinta yang jatuh

Tapi juga logikanya

Mungkin juga impiannya

By: SuaraCerita, Kurniawan Gunadi

Iklan

ini tulisan C.I.N.T.A

cintaCinta: bermula di pikiran, berujung pada tindakan
“bagaikan ia menenun sebuah kain yang benangnya ditarik dari jantungmu, itulah cinta” Khalil Gibran

Ini bukan tulisan melow tentang cinta sederhana dua orang manusia, bukan juga bukan pengartian cinta yang menekankan kepuasan lahiriyah.
Ini bukan seputar pembicaraan ikhwan atau akhwat mengenai masa depannya yang malu-malu tapi menjurus, yang selalu menuliskan dalam status, “lelaki baik untuk perempuan baik” atau juga pengharapan seorang khadijah –yang mengarah pada dirinya- terhadap seorang muhammad yang mengacu lelaki impiannya. Bukan, sekali kali bukan.
Cinta seorang pemuda
Pemuda memiliki hakikat pencarian kebenaran yang tinggi. Saat-saat dimana terhimpunnya 4 kekuatan yang tidak akan pernah ada di masa-masa sebelum atau setelahnya. Adalah keyakinan. Adalah kekuatan. Adalah keikhlasan. Adalah pengorbanan dan kesediaan berbuat.
Kekuatan-kekuatan tersebut akan tercurahkan oleh pemuda untuk mengejar apa yang diinginkannya. Selain pencarian kebenaran, sebagian besar dari pemuda akan mencurahkannya untuk kekayaan yang ia kejar, meningkatkan kadar intelektual, kedudukan atau jabatan, dan juga wanita.
Antara memberi dan menerima
“ia memberi, bukan meminta” Anonim, tentang cinta

Adalah hal klasik mengartikan cinta adalah pengharapan akan pemberian. Pemberian ‘balasan’ dari yang ia cintai terhadap dirinya. Padahal sejatinya, cinta itu bukan mengharapkan pemberian, justru ialah yang memberi.
Pemberian itu berari pengorbanan. Seperti yang dijabarkan di atas, ketika pemuda menginginkan sesuatu, maka ia akan kejar sampai dapat dengan cara apapun, dengan pengorbanan.

….cinta itu bukan mengharapkan pemberian, justru ialah yang memberi.

Contoh lain ketika berbicara tentang aktivis gerakan, bahwasannya keresahan terhadap kenyataan yang tidak sesuai dengan idealita yang menjadi landasan gerak aktivis gerakan. Dan kontribusi adalah adalah bahasa cinta mereka. Kontribusi adalah bentuk dari pemberian, bentuk dari pengorbanan, bukan permintaan. Itu menunjukkan bahasa cinta aktivis gerakan adalah pemberian ‘kontribusi’.
Begitupun dengan kekayaan, ia akan meminta kita untuk memberikan pengorbanan berupa usaha keras dan konsisten. Intelektualitas akan meminta kita untuk belajar sungguh-sungguh. Jabatan akan meminta dari kita konsistensi jejak rekam kepemimpinan, kemampuan dan tanggungjawab kita. Juga ketika kita menginginkan wanita yang baik, maka konsekuensinya kita pun harus berusaha menjadi baik pula.

Ukuran ketulusan dan kesejatian cintamu adalah apa yang kamu berikan padanya Untuk membuat kehidupannya menjadi lebih baik. Maka kamu adalah air, maka kamu adalah matahari. Ia tumbuh dan berkembang dari siraman airmu. Ia besar dan berbuah dari sinar cahayamu.”

(bersambung #1)

draft sudah lama, namun akhirnya keluar juga….
efek #MuktamarCinta KAMMI 30Mei – 5 Juni 2013